Ekonomi

Pengusaha Luar Daerah Ambil Bagian pada Pasar Lelang I-2023 di NTB

Lombok (netlombok.com) –

Puluhan pengusaha dari luar daerah ikut ambil bagian pada kegiatan pasar lelang komoditas Agro I-2023 di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pasar lelang perdana ini di laksanakan di Idoop Hotel Mataram, Selasa (18/7/2023) . Pengusaha dari luar daerah yang mengikuti pasar lelang ini diantaranya dari Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Barat. Termasuk dari Kementerian Perdagangan sebagai pemantau.

Pertemuan langsung antara pengusaha, pembeli dan pengusaha penyedia komoditas ini dimanfaatkan langsung dengan saling tawar menawar harga. Beberapa jenis komoditas yang dipasarkan pada kegiatan pasar lelang ini diantaranya, beras, jagung, kopi, jahe, manga, rumput laut, vanili, dedak. Dan produk olahan UMKM lainnya.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq. Nelly Yuniarti dalam kesempatan ini menyampaikan, pada tahun 2023 ini, pasar lelang rencananya akan digelar selama lima kali.

“Setiap kali pasar lelang memang diharapkan ada transaksi antar pengusaha penyedia komoditas dan pengusaha pembelinya” ucapnya.

Pasar Lelang Komoditas merupakan pasar terorganisir dan wahana bertemunya para pembeli dan penjual dengan menggunakan sistem lelang. Berdirinya Pasar Lelang Komoditas bertujuan untuk efisiensi mata rantai perdagangan, sarana pembentukan harga yang transparan, menc iptakan harga referens i serta membangun dan memperluas jaringan usaha.

Baiq Nelly menambahkan, pasar lelang ini menjadi sangat strategis. Tidak saja mempertemukan antar pengusaha, tetapi menjadi fasilitas bertemunya seluruh stakeholders untuk pengembangan jaringan. Dari Jawa Barat misalnya, datang  langsung mengikuti kegiatan pasar lelang untuk melihat langsung potensi produk yang ada di NTB.

“Mereka mencari beberapa potensi komoditi kita. Tadi sudah dilihat jagung kita, karena mereka sudah mampu mengolah jagung, tapi bahan bakunya ndak punya. Makanya nyarinya ke kita (NTB),” terangnya.

NTB juga sudah mampu mengolah produk turunan dari jagung. Tetapi tidak mampu menampung seluruh hasil produksi petani. Sehingga tidak ada salahnya, kata kepala dinas, hasil produksi ini di bagi ke pengusaha/daerah yang membutuhkan.

Nelly menambahkan, pasar lelang adalah business matching. Difasilitasinya antar stakeholders untuk bertemu, tawar menawar, dan transaksi. Tanpa mata rantai yang panjang. Yang membeli bertemu langsung dengan yang menjual. Sehingga harga yang diterima sesuai dengan harga langsung dari penjualnya.

“Pasar lelang ini memutus langsung mata rantai perdagangan yang panjang. Buyer ketemu langsung dengan petaninya. Dan bisa disepakati harga yang cocok,” jelas kepala dinas.

Karena itu, Dinas Perdagangan Provinsi NTB mendorong para pengusaha, pemilik komoditas, maupun yang membutuhkan komoditas, agar memanfaatkan setiap kali kegiatan pasar lelang.(MDE)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button