Seorang “MALING” di Kota Mataram Nyaleg dari Kecamatan Sekarbela
Lombok (netlombok)-
Seorang “MALING” di Kota Mataram memberanikan diri nyalon sebagai anggota legislatif dari daerah pemilihan Kecamatan Sekarbela. MALING ini diketahui namanya Lalu Muhammad Wahidin. Ia nyaleg melalui Partai Perindo, mengikuti TGB (Tuan Guru Bajang) Dr. TGKH. M. Zainul Majdi, Pimpinan organisasi Islam besar di NTB, NWDI.
Sebagai informasi, Lalu Muhammad Wahidin lahir 1 Desember 1977. Latar belakang sebagai pengusaha komoditas (mete, jagung) sejak 20 tahun terakhir. Sukses merintis sebagai pengusaha komoditas dari Calabai, Kabupaten Dompu. Pria tiga anak dari Rarang, Kabupaten Lombok Timur ini sudah hampir 10 tahun menetap di Perumahan Royal Mataram, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
Sejak tinggal di Kota Mataram, Lalu Wahidin dikenal memiliki track record yang cukup bagus. Awalnya dipercaya menjadi RT di Perumahan Royal Mataram. Lalu dipilih menjadi Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baiturrahim Perumahan Royal Mataram. Terakhir mendapat suara terbanyak saat pemilihan Kaling Anshor, Kelurahan Jempong Baru.
Sehari hari ia memang hidup dan bergaul dengan lingkungan sekitarnya dengan sederhana.
Sangat hormat kepada siapapun, selalu berfikir praktis, tidak tebang pilih, dan selalu menempatkan kebenaran diatas segalanya.
Disamping ia dikenal relijius, Lalu Wahidin juga kerap kali berdiri di mimbar masjid sebagai pembawa khutbah Jum’at di masjid sekitarnya.
Ia selalu mendengar masukan, serta berfikirnya bagaimana bisa berbuat untuk banyak orang.
Sebagai pengusaha, Ia memiliki tekad untuk mengurangi angka pengangguran (membuka lapangan kerja) dan membangun ekonomi masyarakat bawah.
Lalu Wahidin bahkan sudah berhasil melakukan rekayasa membuat mesin pemecah biji mete pertama di Indonesia, bahkan di dunia. Dengan teknologi sederhana, mesin ini tengah dikembangkan dan mampu mencuri perhatian pengusaha mete dalam dan luar negeri.
Karena mesin ciptaannya ini dapat mempercepat kerja memecah biji mete dalam skala dan industri besar. Mesin pemecah biji mete karyanya Lalu Wahidin juga ini bisa menjadi masa depan bisnis mete di Indonesia, bahkan dunia.
Hampir dua tahun menjadi kepala lingkungan Anshor, Lalu Wahidin akhirnya membulatkan tekad nyaleg pada Pemilu 2024 nanti dari daerah pemilihan Kecamatan Sekarbela. Sebagaimana ketentuannya, Kaling tidak boleh rangkap jabatan dan terlibat politik praktis. Maka, Lalu Wahidin menyatakan secara resmi mengundurkan diri sebagai Kaling Anshor. Sehingga disebut ia sebagai “MALING” atau MANTAN KALING.(DLN)



