Mataram (netlombok) –
Perum Bulog Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan sampai saat ini belom ada laporan beras impor yang masuk ke wilahnya karena ketersedian Bulog sudah mencukupi tanpa meminta dari pusat.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia telah mengimpor sebanyak 1,6 juta sejak periode Januari sampai Agustus 2023. Impor beras dengan golongan beras menir selain untuk pakan sebanyak 174.028 ton, beras basmati 3.806 ton, fragrant rice lainnya 3.425 ton, beras ketan 1.3000 ton dan lainnya 211 ton.
Pimpinan Wilayah Bulog NTB, David Susanto mengatakan, stok bulog untuk saat ini mencapai 35.000 ton, kebutuhan itu mampu menunjang kebutuhan program pemerintah sampai akhir panen berikutnya.
Menurut David Susanto, harga beras di NTB masih terbilang terjangkau murah dibandingkan dengan daerah-daerah lain, karena beras masih tersedia. Tidak ada kenaikan harga beras yang signifikan.
“Kalo saya lihat harga beras disini cukup lumayan murah dibanding daerah-daerah lain karna bahan masih cukup tersedia walaupun harga beras sifatnya Nasional,” katanya.
“Kalo Sebagian besarnya naik kitapun ikut naik karena serangan pedagang pedagang dari luar,” tambahnya.
Ia juga memastikan panen beras di NTB itu tetap berjalan tanpa putus hanya saja karna sekarang musim kemarau dan juga di sebabkan oleh El-Nino shingga menyebabkan hasil produksi beras untuk saait ini tidak sebagus tahun kemaren.
Pihaknya juga berharap agar kedepannya para petani begitu sudah panen tidak menjual semua hasil panennya untuk di sisihkan dirumah dalam memenuhi kebutuhan beberapa bulan kedepan.
“Memang kita harapkan kedepan itu ada budaya petani yang punya lubung padi dirumah paling tidak pada waktu panen tidak 100% hasil panen padinya itu dijual, simpan dirumah mungkin untuk kebutuhan 4 bulan kedepan sebelum panen berikutnya,” harapnya.(MDE)



