EkonomiHeadlineNews

Pj. Gubernur Minta Stop Keluarkan Gabah NTB

Lombok Barat (netlombok)-

Penjabat Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si meminta agar disetop pengiriman gabah ke luar daerah, ditengah upaya pemerintah untuk terus mengamankan stok cadangan pangan daerah dalam rangka meminimalisir dampak elnino.

Menurutnya, NTB sudah memiliki perangkat hukum untuk mengatur distribusi gabah ke luar daerah. Payung hukum dimaksud adalah telah diterbitkannya Peraturan Gubernur nomo 38 tahun 2023 tentang pengendalian dan pengawasan distribusi gabah yang ditetapkan pada 16 Mei 2023.

Dalam Peraturan Gubernur ini, lalu lintas gabah ke luar daerah hanya boleh dilakukan oleh pihak yang memiliki legalitas usaha (pelaku distribusi). Gabah boleh dibawa keluar apabila, sudah terpenuhi cadangan pangan di dalam daerah dan sudah direkomendasikan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Adanya bencana alam. Terjadinya keadaan harga gabah dibawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di dalam daerah. Gangguan pasokan (gagal panen), untuk penelitian, pembibitan atau keperluan pengendalian dan penanggulangan penyakit/hama tanaman padi.Ditengah elnino, di NTB masih ada lahan-lahan pertanian yang memasuki masa panen. Salah satunya di wilayah Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Pj. Gubernur bersama seluruh stakeholder dan jajarannya berkesempatan melakukan panen raya, Selasa (24/10/2023) di Desa Tanak Beaq, Kecamatan Narmada. Masih ada lahan-lahan pertanian yang akan terus dipanen. Karena itu, Pj. Gubernur meminta agar padi yang sudah di panen, dan akan di panen untuk sementara disimpan sebagai cadangan beras masyarakat. Atau dijual ke Perum Bulog untuk menjaga stok pangan daerah.

“Isi dulu gudang-gudang Bulog. Jangan dibawa ke luar daerah gabahnya,” tegas Lalu Gita.

Menurutnya, masih ada beberapa wilayah di NTB yang akan panen raya. Terutama daerah-daerah yang irigasinya sangat baik. Sehingga tidak terdampak dengan elnino. Sementara ini, potensi-potensi produksi tersebut harus tetap dijaga.

“Dan lima bulan kedepan, cadangan pangan kita masih aman. Sampai akan dilakukan panen kembali tahun depan,” demikian ditegaskan kembali.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah B., SP, MM menamabahkan, luasan panen padi di NTB di masa elnino dalam tiga bulan, Agustus 14.247 hektar, September 9.251 hektar, dan Oktober 10.084 hektar.

Sementara November 2023 diperkirakan ada 8.740 hektar luasan panen. Lalu pada Desember 2023 ada potensi panen 6.217 hektar. Jika dihitung Januari hingga Desember 2023, luas panen padi di NTB mencapai 288.337 hektar atau setara 1,5 juta ton gabah.

“Stok kita sangat cukup sekali. Cuma yang perlu diperhatikan sekarang adalah kaitan dengan distribusi. Sudah ada regulasi untuk pembatasan gabah-gabah kita keluar. Kita harapkan itu bisa efektif karena regulasinya sudah ada. Kecuali belum ada. Di Indonesia ini baru ada dua daerah yang memiliki regulasi itu, Lampung, dan NTB. Tinggal dilaksanakan saja. Karena sudah diatur lengkap di dalam Pergub itu,” demikian Lalu Mirza.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button