News

Ratusan Mahasiswa kembali Geruduk Rektorat Unram, Berujung Ricuh

Lombok (netlombok)-

Ratusan massa aksi mahasiswa kembali mendatangi Rektorat Universitas Mataram (UNRAM), Kamis (20/6/2023). Unjuk rasa yang bersamaan dengan kegiatan wisuda ini berujung ricuh.

Aksi unjuk rasa ini dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Unram Melawan, yang terdiri dari berbagai fakultas di Unram. Aksi yang dimulai sekitar jam 10.00 WITA ini sempat diwarnai kericuhan, lantaran, dihadang oleh sejumlah satpam kampus Unram. Untungnya tidak terjadi korban, hanya satu orang mahasiswa laki-laki mengalami pingsan karena kelelahan saat desak-desakan.

Kedatangan ratusan mahasiswa ini ke rektorat Unram ini awalnya  ingin menemui Rektor Unram, Prof. Bambang Hari Kusumo untuk memverifikasi  beberapa tuntutan yang mereka ajukan.

Ada 13 tuntutan yang diajukan oleh mahasiswa, diantaranya terkait kasus kekerasaan yang terjadi pada sejumlah mahasiswa yang dilakukan oleh Satpam Unram saat mereka melakukan aksi unjuk rasa sehari sebelumnya (unjuk rasa pertama).

Tuntutan lainnya, mahasiswa tetap mempertanyakan biaya pendaftaran tes jalur mandiri yang semula tarifnya Rp250 ribu kini naik menjadi Rp500 ribu.

Momentum wisuda dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk melakukan unjuk rasa, dan dilihat oleh ribuan peserta wisuda serta keluarga orangtua yang hadir mengikuti prosesi pelepasan keluaragnya. Nampak, sejumlah mahasiswa yang selesai pelepasan wisuda ikut andil untuk ikut bergabung dalam massa aksi tersebut untuk menyuarakan aspirasinya.

Masa aksi, ditemui langsung oleh Rektor Unram, Prof. Bambang Hari Kusumo. Dalam pidatonya, Prof Bambang berjanji menindaklanjuti pembentukan Satgas Pencegahan dan Penangan Kekerasan Seksual (PPKS).

“Ini merupakan tuntutan yang luarbiasa. Semangat saya sebagai Rektor bersama dengan kalian sama, tidak ada bedanya,”ujarnya.

“Masalah pungli, saya paling depan berhadapan dengan itu, usulan saja tidak cukup, mana RAB-nya. Kalau tidak jelas maka saya coret,” tegasnya.

Selain itu masalah pembiayaan daftar calon mahasiswa baru jalur mandiri disebut Bambang akan di diskusikan langsung dengan pemerintah pusat, karena itu merupakan kebijakan langsung dari pemerintah pusat.

Selain itu ia juga berjanji akan menambah jumlah buku di Perpustakaan dan akan memberikan ruang izin mahasiswa untuk mengikuti tes toefl diluar kampus, serta akan meniadakan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) terhadap mahasiswa kurang mampu/miskin apabila memenuhi syarat.

Sedangkan masalah yang berkaitan dengan adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum satpam, akan diserahkan prosesnya kepada penegak hukum.

“Semua ada jalurnya, saya tidak bisa intervensi terhadap penegak hukum. Saya sudah katakana, negara kita ini adalah negara hukum, siapapun yang melanggar hukum akan ditindak,”tegasnya.

Mendapat penjelasan dari Rektor, mahasiswa yang berunjuk rasa merasa tuntutannya sudah dipenuhi. Lalu, mahasiswa secara teratur membubarkan diri. Sembari mengecam, akan kembali melakukan unjuk rasa dengan massa yang lebih besar, jika tuntutan mereka tidak ditepati.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button