HeadlineNews

Rumah Terbakar, Seorang ODGJ Hangus Terpanggang

Dompu (netlombok) –

Seorang penderita orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) bernama Rizki Badardin (20) tewas terpanggang terbakar di dalam sebuah rumah panggung di desa Soro Barat Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat pada pukul 21.00 wita Senin Malam.

Kasi Humas Polres Dompu, Aiptu Hujaifah saat dihubungi via WA, mengatakan korban tidak tidak bisa menyelamatkan diri, dikarenakan kedua kaki korban dalam keadaan dipasung sehari sebelumnya oleh orang tuanya.

“Menrut keterangan kakak tiri dari korban, bahwa pada saat terjadi kebakaran tersebut korban dalam keadaan dipasung kedua kakinya oleh saudara Surya. Korban tersebut di pasung 1 hari  sebelum kejadian,” ungkapnya.

Lebih lanjut Hujaifah menegaskan, dari keterangan tokoh masyarakat, bahwa korban dipasung oleh orang tuanya, dikarenakan korban sering melakukan pemukulan terhadap orang tuanya, kedua orang tinggal di kebun miliknya karena takut dipukul oleh anaknya yang mengidap gangguan jiwa.

“Sehari sebelum kejadian korban sempat menganiaya orang tuanya, sehingga Surya kakaknya langsung memasung korban, dan dengan adanya  kejadian pemukulan terhadap orang tuanya,  orang tuanya tidak berani tinggal di rumah tersebut, dan tinggal di kebunnya di dusun tompo. Sementara korban tinggal di rumahnya sendirian dalam keadaan dipasung,” terangnya.

Dugaan sementara, kebakaran yang mengharukan rumah panggung tempat dipasung korban, akibat puntung rokok  dna korek api.

“Dari keterangan Surya, bahwa korban pada saat dipasung tetap di kasih rokok perbungkus , serta korek api,” ucapnya.

Saat peristiwa kebakaran berlangsung, warga sempat berusaha memadamkan api, namun karena matrial banguan terbuat dari kayu, membuat apai cepat membesasar, karena kondisi kaki terpasung balok kayu, membuat korban tidak diselamatkan.

“Pada saat di TKP korban tergeletak di bawah tanah dalam keadaan hangus terbakar dan di kedua kakinya terpasang balok kayu (alat pasung) pada saat di evakuasi pasung yang terpasang di kakinya korban telah dibuka oleh masyarakat yang membantu,” tegasnya.

Api kemudian baru bisa dipadamkan, setelah beberapa unit mobil kendaraan pemadam kebakaran dari pemkab Dompu, diterjunkan untuk menjinakan si jago merah.

“Dari keterangan pihak keluarga bahwa dengan  kejadian tersebut keluarga tidak keberatan dan menganggap kejadian tersebut adalah musibah,”pungkasnya.(MDE)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button