News

Pengusaha NTB dan Jatim Sepakati Kerjasama Komoditas Senilai Rp112 Miliar

Lombok (netlombok)-

Provinsi NTB dengan Provinsi Jawa Timur menjalin kerjasama dagang, dan investasi. Melibatkan seluruh entitas pengusaha dari kedua provinsi. Dari jalinan kerjasama ini, terjadi kesepakatan kerjasama usaha senilai Rp112 miliar setahun.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansa menyaksikan langsung komitmen transaksi pelaku usaha masing-masing perwakilan di Mataram, Senin (27/2/2023).

Komitmen transaksi ini masing-masing terjadi antara, PT. Sriana Tirta Tama (Jatim) dengan UD. Sutrasuli (NTB) untuk komoditi hasil perkebunan, cengkeh sebanyak 230 ton/tahun. Senilai Rp29.900.000.000.

PT. Ayo Tani (Jatim) dengan PT.Lestari (NTB)  untuk komoditi beras dan makanan ringan sebanyak 1.440 ton/24 kontainer senilai Rp29.412.000.000.

PT. Kian Eka Cipta (Jatim) dengan UD. Hasil Bumi (NTB) untuk komoditas kacang tanah 480 ton, jagung 480 ton, dan kopi 240 ton dengan total nilai Rp21.600.000.000.

PT. Matahari Sakti (Jatim) dengan  CV. Bedadung Indah (NTB) untuk komoditas pakan ikan sebanyak 1.800 ton senilai Rp22.500.000.000.

PT. Empat Saudara Jaya (Jatim) dengan PT. Sumbawa Seafood  Niaga (NTB) untuk komoditas udang sebanyak 250 ton, senilai Rp20.250.000.000.

PT. Candi Loka (Jatim) dengan PT. Lombok Exotic (NTB) untuk komoditas teh hijau dan rempah sebanyak 120 ton. Senilai Rp13.200.000.000.

Terakhir, kerjasama dua perusahaan untuk frozen food dan ayam sebanyak 72 ton, senilai Rp2.052.000.000. sehingga total keseluruhan komitmen transaksi para pengusaha kedua provinsi sebesar Rp112.004.000.000 setahun.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq. Nelly Yuniarti mengatakan, kesepakatan komitmen transaksi ini dikawal agar terealisasi. Harapannya sepenuhnya nilai tersebut terwujud.

“Kalau semua bisa dipenuhi oleh pengusaha kita, maupun pengusaha Jatim, otomatis terpenuhi nilai tersebut,” kata kepala dinas soal transaksi besar diatas kertas itu.

Diharapkan, kegiatan kerjasama antar pengusaha ini dapat mendorong peningkatan PDRB NTB dari sektor non tambang, khususnya sektor perdagangan.

Dari tiga komposisi yang mendominasi terhadap PDRB NTB adalah Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar Rp33,5 triliun lebih, disusul pertambangan Rp31,9 triliun lebih, dan Perdagangan Rp21,7 triliun lebih. Disusul sektor – sektor lainnya dengan total keseluruhan PDRB NTB Rp156,9 triliun lebih.

“Kita berharap kontribusi sektor perdagangan bisa lebih besar lagi, mendekati PDRB dari sektor pertambangan saat ini, ya bisa 25, sampai 28 (Rp25 triliun – Rp28 triliun)-lah. Ini target kita,” demikian Nelly.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button