Ini Hasil Autopsi Jenazah Ketiga Korban Kapal Pengangkut BBM yang Terbakar di Pantai Ampenan

Lombok (netlombok)-
Tiga orang yang menjadi korban kebakaran kapal MT Kristin Surabaya, pengangkut BBM 5.900 kiloliter milik Pertamina pada Minggu (26/3/2023) telah ditemukan.
Penemuan jenazah ketiga atas nama Diki Abdul Aziz yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) dari MT Kristin. Namun hasil diindentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, ditubuh korban banyak terdapat cidera patah tulang.
Plh Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Lalu Muhammad Iwan menerangka tim gabungan dari Polairud, Basarnas dan TN Angkatan Laut dan satgas Pertama telah telah berhasil mengindetifikasi korban ABK yang meninggal. Pertama atas Sukirman, hari ketiga kembali ditemukan lagi atas nama Dani Maulana.
“Pada hari kelima satu lagi korban ABK yang meninggal, setelah di lakukan indentifikasi oleh tim DIV Polda NTB atas nama Diki Abdul Aziz,” ujar Lalu Muhammad Iwan, Kamis (30/3/2023).
Penemuan korban ketiga sekira Pkl. 07.40 WITA diposisi koordinat : 08° 33′ 274″ LS – 116° 02′ 021″ BT kurang lebih 3 NM dari Pantai Ampenan Kemudian di evakuasi dan dilakukan proses identifikasi. Dan proses indentifikasi sudah dilakukan oleh pihak DIV. Untuk sisa potongan tubuh korban pertama Sukriman terus dilakukan pencarian.
“Kelanjutan daripada pencarian sebagian tubuh korban, pencarian tidak sampai disini, pencairan dilakukan melalui tugas rutin. Tapi secara resmi seluruh dari korban yang meninggal, dan diindentifikasi sudah kita ketemu secara resmi dihentikan dulu,” jelasnya.
Kabsudit DOKPOL Biddokkes Polda NTB dr Dadik Sudiantono menerangkan jenazah yang ditemukan oleh tim gabungan, setelah dilakukan diindentifikasi luar. Melihat dari pakaian dan ciri-ciri fisik dari tubuh korban, diperkuat dengan keterangan paman dan ibu korban bahwa jenazah tersebut adalah Diki Abdul Aziz.
“Setelah kita konfirmasi paman dan ibu korban, mereka menyatakan almarhum waktu masih hidup pernah ada cidera patah tulang pada tulang rusuk korban. Kita cocokan memang ada dan sidik jari, hasilnya sudah cocok, jadi bisa di pastikan ini korban ketiga atas nama Diki,” jelasnya.
Korban sendiri berasal dari Tulungagung Jawa Timur. Saat diidentifikasi pada jenazah korban, terdapat luka bakar, lebam sekujur tubuh karena sudah lama teredam air laut.
“Beberapa yang kita dapatkan, banyak patah patah tulang. Pertama kita dapatkan patah tulang rusuk, mungkin ini sebelum meninggal. Lengan kanan patah, lengan atas patah, bawah patah. Paha patah, betis juga patah, kemudian tangan kiri juga ada. Dan itu yang kita dapat setelah meninggalnya,” bebernya.
Sementara, banyaknya cidera patah tulang pada jenazah korban sulit diindentifikasi penyebab karena apa. Apakah disebabkan ledakan, kebakaran atau terlempar ke laut.
“Sudah luka sekian hari didalam laut, jadi ini menyulitkan. Sudah tidak bisa mengindetifikasi,” katanya.
Terpisah, Paman korban Muhamad Saleh mengatakan melihat dari fisiknya jenazah yang ditemukan adalah jenazah ponakannya. Yang merupakan ABK dari kapal MT Kristin Surabaya. Keluarga mengetahui salah satu anggota keluarganya menjadi korban dari berita.
“Dia belum berkeluarga, umurnya 24 tahun. Sudah dua tahunan mungkin kerjanya di kapal itu. Mas Diki dari Tulungagung, dan akan di makamkan di Tulungagung,” ujarnya. (MYG)



