Parade Budaya Lombok–Sumbawa Warnai Arena CFD Kota Malang

Malang (netlombok.com)- Ribuan warga yang memadati Car Free Day (CFD) di Jalan Ijen, Kota Malang, dikejutkan dengan kehadiran rombongan berbusana adat Lombok dan Sumbawa, Minggu (7/12). Kehadiran mereka bukan sekadar memeriahkan suasana, tetapi membawa misi besar: memperkenalkan pesona budaya dan destinasi wisata Nusa Tenggara Barat (NTB) langsung di pusat keramaian kota.
Inisiatif ini digagas Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB melalui gelaran Parade Budaya Lombok–Sumbawa, sebuah pendekatan promosi yang dinilai paling efektif karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ketua BPPD NTB, Sahlan M Saleh, menyebut Malang sebagai daerah penting untuk memperkuat pasar wisata NTB, terutama bagi calon wisatawan dari Jawa Timur.
“Parade budaya ini kami pilih sebagai metode promosi karena mampu menjangkau masyarakat secara luas. Kami ingin warga Malang dan sekitarnya semakin mengenal Lombok dan Sumbawa sebagai pilihan utama destinasi liburan,” ujar Sahlan.
Upaya promosi di Malang ini juga berkaitan erat dengan hadirnya rute penerbangan baru Malang–Lombok yang mulai beroperasi pertengahan Desember 2025. Menurut Sahlan, menjaga konsistensi keterisian kursi pesawat menjadi bagian penting dari keberlanjutan konektivitas wisata antarwilayah.
“Promosi semacam ini akan memperkuat pasar sehingga penerbangan Malang–Lombok dapat berjalan stabil,” tegasnya.
Parade budaya yang dimulai sejak pukul 06.00 hingga 08.00 WIB itu menampilkan barisan peserta lengkap dengan pakaian adat, atribut budaya, hingga sign board promosi destinasi unggulan NTB. Kegiatan ini diikuti oleh Dinas Pariwisata NTB, tim BPPD NTB, pelaku industri pariwisata—termasuk travel agent dan perwakilan hotel—serta sejumlah penampil budaya.
Keramaian CFD membuat rombongan parade menjadi pusat perhatian. Banyak warga berhenti untuk mengambil foto, menonton atraksi budaya, hingga bertanya tentang paket wisata ke Lombok dan Sumbawa. Antusiasme masyarakat inilah yang menurut Sahlan menjadi bukti bahwa CFD merupakan ruang yang sangat strategis untuk kegiatan promosi.
“Respons masyarakat sangat positif. Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga terlibat dan ingin tahu lebih banyak. Momentum seperti ini sulit didapatkan di ruang publik lainnya,” kata Sahlan, yang juga menjabat Ketua Astindo NTB.
Kepala Dinas Pariwisata NTB, Nur Aulia, yang hadir langsung dalam kegiatan ini, mengapresiasi kolaborasi promosi tersebut. Ia menilai pendekatan budaya memberikan dampak yang kuat karena masyarakat bisa mengenal NTB melalui simbol dan identitasnya.
“Atmosfernya luar biasa. Pakaian adat dan sign board yang dibawa peserta parade membuat masyarakat langsung tertarik dan merasa dekat dengan apa yang NTB tawarkan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, promosi berbasis budaya selalu efektif untuk membangun kedekatan emosional sekaligus memperkuat citra destinasi. Karena itu, pihaknya mendukung penuh strategi promosi semacam ini untuk mengakselerasi perkembangan pariwisata NTB.
Melalui parade ini, BPPD NTB berharap minat masyarakat Jawa Timur untuk berwisata ke Lombok dan Sumbawa semakin meningkat, sekaligus memperkuat keberlangsungan penerbangan baru yang menjadi jalur penting mobilitas wisatawan.
Dengan tingginya sambutan masyarakat Malang, BPPD NTB optimistis bahwa promosi di ruang publik seperti CFD berpotensi menjadi strategi rutin dalam memperluas pangsa pasar wisatawan domestik.(red)



