Kirim 22 Peserta ke Jepang, LPK Bali Thosa Pastikan Kesiapan SDM NTB

Mataram (NetLombok)– Sebanyak 22 peserta magang asal Nusa Tenggara Barat (NTB) secara resmi dilepas untuk bertolak ke Jepang. Acara pelepasan yang ini menjadi bukti kesiapan para peserta setelah menempuh masa karantina intensif di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bali Thosa Lombok Kochi.
Direktur LPK Bali Thosa Lombok Kochi, Abdurrahman, menyampaikan bahwa prosesi pelepasan kali ini terasa istimewa karena seluruh peserta mengenakan pakaian adat daerah. Simbolisme ini diharapkan menjadi pengingat bagi para peserta untuk tetap membawa nilai-nilai kearifan lokal meski tengah bekerja di negeri orang.
“Ini adalah angkatan ketiga yang kami lepas di tahun 2026. Hingga saat ini, secara akumulatif sejak 2008, kami telah memberangkatkan lebih dari 4.000 peserta dari seluruh Indonesia. Untuk tahun 2026 saja, total peserta yang kami berangkatkan mencapai lebih dari 78 orang,” ujar Abdurrahman saat ditemui di sela acara pelepasan, Jumat (22/5).
Ia menegaskan bahwa peserta yang diberangkatkan telah melalui proses seleksi dan karantina ketat selama dua setengah bulan. Fokus utama pelatihan mencakup penguasaan bahasa Jepang hingga 50 bab (setara level intermediate atau N4), serta adaptasi budaya dan pola hidup di Jepang.
“Selama karantina, mereka diajarkan segalanya, mulai dari cara makan, disiplin waktu, hingga etika kerja. Untuk urusan biaya keberangkatan, kami bekerja sama dengan perbankan, salah satunya BPRS Bank Amali, untuk membantu mereka yang membutuhkan solusi finansial,” tambahnya.
Nantinya, para peserta akan bekerja di berbagai sektor industri seperti konstruksi (pengelasan, scaffolding, pengecatan), perawatan rumah, hingga pengolahan makanan di pabrik. Penghasilan bersih yang diterima peserta bervariasi antara Rp16 juta hingga Rp23 juta per bulan, tergantung pada jenis pekerjaan dan kinerja individu.
Dalam upaya memperluas akses bagi masyarakat yang terkendala biaya, LPK Bali Thosa Lombok Kochi kini menjalin kerja sama dengan SMA 1 Gerung melalui pembentukan Skybridge Nusantara International School. Program ini dirancang khusus bagi peserta yang tidak mampu secara finansial.
“Kalau program reguler memerlukan biaya sekitar Rp15 juta, peserta program Skybridge cukup membayar Rp100 ribu untuk pelatihan daring. Rencananya, program ini akan mulai dijalankan pada tahun ajaran baru, Juni-Juli 2026,” ungkapnya.
Seluruh peserta gelombang ini dijadwalkan akan berangkat secara bertahap mulai hari Sabtu hingga 27 Mei mendatang. Pendaftaran bagi masyarakat yang berminat mengikuti pelatihan selanjutnya dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi yang disediakan pihak lembaga.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Aidy Furqan, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi LPK Bali Thosa. Menurutnya, acara pelepasan resmi seperti ini menunjukkan bentuk tanggung jawab lembaga dalam menjamin kepastian bagi para calon pekerja migran.
“Saya sangat mengapresiasi kesungguhan lembaga ini dalam mengawal anak-anak kita dari masa pelatihan hingga pemberangkatan. Hal ini memberikan rasa aman dan kepastian bagi para peserta, sehingga diharapkan tidak akan menimbulkan persoalan di kemudian hari seperti kasus-kasus yang pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya. (RHS)



