Headline

Darul Abidin Dirugikan Oknum Calo Umrah

Lombok (netlombok)-

Waspada penipuan dari calo yang menawarkan paket umrah kepada calon jamaah. Tingginya intensitas dan minat masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah dan haji ke Tanah Suci membuat para calo terkadang mengambil kesempatan untuk beraksi.

Seperti yang dialami salah satu Biro Travel Haji dan Umrah Darul Abidin di Mataram. Tertipu hampir Rp 884 juta setelah memberangkatkan puluhan calon jamaah umrah ke Tanah Suci.

“Kemarin Darul Abidin membantu jamaah yang digelapkan uangnya oleh oknum calo. Calo ini telah menerima uang pendaftaran dari 30 jamaah dari Lombok Timur yang mana diprakarsai oleh tuan guru abdul latief  dari yayasan Al-Aqso di Lombok Timur,” Ungkap Owner Biro Travel Haji dan Umrah Darul Abidin Cabang Lombok, Al-Habib Muhammad bin Salim Alkaff, di Mataram (9/5/2023).

Sebelumya para jamaah ini telah menyerahkan uang pelunasan kepada si calo sebesar Rp 39-40 juta per orang. Jauh lebih tinggi dari harga yang dibebankan Darul Abidin kepada calon jamaah yang hanya Rp 34 juta per orang untuk paket ramadan selama 16 hari.

“Calo ini bermain dengan menaikkan harga paket yang cukup pantastik dan menggelapkan  uang tersebut,” ujarnya.

Sementara dari kesaksian para jamaah dan bukti yang ada serta kesaksian para jamaah dan tuan guru. Biaya keberangkatan ternyata sudah lunas pada bulan Sakban dan Rajab atau sebelum keberangkatan pada bulan Ramadan. Bahkan paspor yang digunakan jamaah adalah paspor yang direkom oleh Darul Abidin.

” Tapi ketika calo diminta untuk klarifikasi terkait pelunasan keberangkatan para jamaah calo malah berbelit. Setelah diselidiki ternyata uang pelunasan jamaah telah digelapkan dan dipakai untuk pembelian aset dan keperluan pribadi calo, jika ditotalin hampir Rp 2 milliar digelapkan,” terangnya.

Disisi lain puluhan jamaah ini memohon kepada Darul Abidin agar bisa diberangkatkan ke Tanah Suci dengan jaminan yang akan disita satu unit rumah dan mobil dari calo dan serta uang pelunasan dari jamaah akan diselesaikan secara bertahap. Namun ternyata sampai saat ini yang diberikan hanya Rp250 juta. Padahal biaya keberangkatan saat Ramadan naiknya sangat fantastis.

“Jamaah ngotot minta tolong untuk diberangkatkan bahkan ada yang mau potong telinga dan leher demi bisa diberangkatkan. Mobil dan rumah diserahkan kepada kami sebagai bukti sitaan untuk menyelamatkan para jamaah yang sedang umrah,” ungkapnya.

Sialnya setelah para jamaah diberangkatkan ke Tanah Suci. Nyatanya mobil dan rumah yang digunakan sebagai jaminan bodong alias bukan atas nama calo dimaksud.

 “Awalnya kami tidak mau memberangkatkan. Tapi karena sudah DP, tiket pesawat hotel dan sebagainya. Dan meminta tambahan Rp 80 juta kepada jamaah untuk menutupi kekurangan. Sehingga jamaah jadi berangkatkan,” ungkapnya.

Setelah memberangkat para jamaah sesuai prosedur. Sudah DP tiket keberangkatan dan kepulangan. Namun ditengah perjalanan nyatanya para jamaah tidak melakukan pelunasan. Justru menggunakan agen lain untuk kepulangan.

“Ada orang-orang yang diduga sebagai dalang dibelakang jamaah. Yang jelas jamaah tertipu dari perbuatan calo,” jelasnya.

Pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan kuasa hukum calo dan jamaah. Namun belakangan komunikasi tersebut terputus. Karena tidak bisa mengkondisikan para jamaah di Tanah Suci. Mestinya kuasa hukum ini punya legitimasi untuk melarang para jamaah menggunakan travel lain dan membayar pelunasan keberangkatan.

Pihaknya mengancam, apabila masalah ini tidak tidak bisa  diselesaikan dengan mediasi dan persuasif maka calo dan jamaah umrah akan dilaporkan ke pihak yang berwajib.

“Iktikad baik dari helmi (calo) tidak ada, justru kami yang selalu menelpon. Kami sudah memberangkatkan jamaah. Malah salah satu jamaah menyatakan tidak mau bayar. Kami sudah ada bukti-bukti kongkrit nanti kami ajukan dipenyidik,”tutupnya. (DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button