Ekonomi

NTB Bidik Kapal Pesiar dari Singapura, Gili Mas Disiapkan Jadi Hub Cruise Dunia

Mataram (netlombok.com)-

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memperkuat strategi pengembangan wisata kapal pesiar atau cruise tourism dengan membidik pasar kapal pesiar yang berangkat dari Singapura menuju Lombok.

Strategi tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan Pemerintah Provinsi NTB bersama Singapore Tourism Board (STB) di Prime Park Hotel, Mataram, Senin (31/8/2026).

Pertemuan itu dihadiri Asisten II Pemprov NTB HL Faozal dan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Helmi Rahman. Dari pihak Singapura hadir sekitar 10 orang perwakilan.

Pertemuan tersebut juga melibatkan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB. Hadir Ketua BPPD NTB Sahlan M. Saleh, Sekretaris HL Fatwir serta anggota Mohammad Mustamar Natsir.

Dalam pertemuan tersebut, Sahlan M. Saleh turut mempresentasikan berbagai potensi dan destinasi wisata Lombok dan Sumbawa kepada perwakilan STB.

Berbeda dengan strategi yang hanya mengandalkan wisatawan Singapura melalui jalur penerbangan, NTB melihat peluang yang lebih besar melalui pengembangan rute kapal pesiar dari Singapura menuju Lombok.

Gili Mas Disiapkan Jadi Pelabuhan Cruise

Untuk menangkap peluang tersebut, Pemprov NTB mendorong pengembangan Pelabuhan Gili Mas sebagai salah satu pintu masuk kapal pesiar internasional ke Lombok.

Pengembangan Gili Mas tidak hanya berkaitan dengan kesiapan dermaga, tetapi juga menyangkut keseluruhan pengalaman wisatawan sejak turun dari kapal hingga kembali ke kapal.

Salah satu perhatian utama adalah kesiapan ruang tunggu atau terminal penumpang yang representatif, nyaman dan memenuhi standar pelayanan internasional.

Fasilitas tersebut dinilai penting karena pengalaman wisatawan ketika pertama kali tiba di Lombok akan turut menentukan citra destinasi di mata wisatawan mancanegara.

Transportasi Wisata Harus Ditata

Selain infrastruktur pelabuhan, sistem transportasi wisata juga menjadi perhatian penting dalam pengembangan cruise tourism.

Pemda perlu menyiapkan transportasi yang tertata sehingga wisatawan kapal pesiar dapat dengan mudah mengakses berbagai destinasi selama kapal bersandar di Gili Mas.

Wisatawan juga perlu diberikan pilihan transportasi yang aman dan nyaman apabila ingin menentukan sendiri destinasi yang akan dikunjungi.

Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang ekonomi bagi berbagai pelaku usaha lokal, mulai dari operator transportasi, travel agent, pemandu wisata, restoran, UMKM, pusat oleh-oleh hingga pelaku ekonomi kreatif.

BPPD Promosikan Destinasi Lombok dan Sumbawa

Kehadiran BPPD NTB dalam pertemuan dengan STB menjadi bagian penting dari upaya memperkenalkan potensi destinasi NTB kepada pasar internasional.

Ketua BPPD NTB Sahlan M. Saleh mempresentasikan destinasi wisata Lombok dan Sumbawa sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tarik NTB dalam jaringan perjalanan wisata internasional.

Potensi tersebut tidak hanya mencakup wisata pantai dan pulau-pulau eksotis, tetapi juga wisata budaya, alam, kuliner, kerajinan serta berbagai pengalaman wisata yang dapat dikemas dalam paket kunjungan wisatawan kapal pesiar.

Dengan demikian, wisatawan yang turun dari kapal tidak sekadar singgah, tetapi dapat diarahkan untuk menikmati berbagai destinasi dan produk wisata lokal sesuai waktu kunjungan mereka.

SDM Pariwisata Perlu Diperkuat

Pengembangan cruise tourism juga membutuhkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang mampu memberikan pelayanan berstandar internasional.

SDM di sekitar kawasan Gili Mas perlu memiliki kemampuan bahasa asing, hospitality, pelayanan wisatawan, keamanan, transaksi, informasi destinasi serta pemahaman terhadap karakter wisatawan kapal pesiar.

Penguatan SDM menjadi penting agar manfaat kedatangan kapal pesiar dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal.

NTB tidak ingin Gili Mas hanya menjadi tempat kapal bersandar. Lebih dari itu, kawasan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk yang menghubungkan wisatawan dengan berbagai destinasi dan aktivitas ekonomi masyarakat Lombok dan Sumbawa.

Singapura Jadi Pintu Masuk Pasar Cruise Asia

Kerja sama dengan Singapore Tourism Board dinilai strategis karena Singapura memiliki posisi penting dalam jaringan industri kapal pesiar di kawasan Asia.

Melalui konektivitas tersebut, NTB berupaya mendorong Lombok masuk dalam lebih banyak rute perjalanan kapal pesiar internasional.

Peluang ini sekaligus menjadi bagian dari strategi NTB memperluas pasar wisatawan mancanegara.

Wisatawan kapal pesiar dapat diarahkan menikmati beragam pengalaman wisata NTB, mulai dari keindahan alam, budaya, kuliner, kerajinan hingga destinasi unggulan lainnya.

Jika infrastruktur pelabuhan, transportasi, kualitas pelayanan, promosi dan SDM dapat dipersiapkan secara terintegrasi, kedatangan kapal pesiar dari Singapura maupun negara lain berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru bagi sektor pariwisata NTB.

Bukan hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, cruise tourism juga diharapkan menciptakan multiplier effect bagi transportasi, UMKM, restoran, pemandu wisata, ekonomi kreatif dan berbagai usaha masyarakat di Lombok dan Sumbawa.

Dengan Gili Mas sebagai salah satu pintu masuk, NTB kini tidak hanya membidik wisatawan untuk datang ke Lombok melalui udara, tetapi juga berupaya membuka jalur laut sebagai bagian dari ambisi menjadikan NTB sebagai salah satu destinasi cruise tourism berkelas dunia. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button