Tata Cara Berwudu yang Baik dan Benar

Lombok (netlombok)-
Sebelum melaksanakan shalat atau ibadah lain, wudhu menjadi hal yang wajib dilakukan. Wudhu merupakan proses penyucian diri dari hadast kecil dan menjadi syarat sahnya shalat.
Tetapi dalam praktiknya, tidak sedikit muslim kita jumpai belum tahu tata cara berwudhu yang baik dan benar.
Di dalam berwudhu, tentu saja ada rukun-rukun yang harus dipenuhi, ada juga sunnah-sunnah yang diajarkan oleh Rosulullah SAW.
Adapun sunnah dalam berwudhu antara lain:
- Membaca basmalah,
- Membasuh kedua telapak tangan sebelum memegang cebok atau sebelum memasukkannya ke dalam wadah air,
- Menghirup air ke dalam hidung,
- Berkumur,
- Menyela jari-jemari (tangan dan kaki),
- Mengusap seluruh rambut dan menyela janggut yang tebal,
- Mengusap telinga,
- Mendahulukan anggota badan yang kanan,
- Tiga kali basuhan.
Sementara untuk rukun wudhu diantaranya;
- Niat
Dalam melaksanakan ibadah apapun, niat menjadi hal wajib pertama yang harus dilakukan. Niat adalah tekad atau keinginan kuat yang diutarakan dalam hati untuk melakukan suatau ibadah karena Allah.
Di dalam berwudhu, niatnya adalah “aku berniat wudhu untuk menghilangkan hadast kecil karena Allah Ta’ala”. Dapat diutarakan dengan bahasa apa pun yang dimengerti. Sementara melafazkan niat wudhu hanya sunnah saja. Niat dibaca bersamaan pada saat membasuh muka pertama.
- Membasuh muka
Rukun wudhu yang kedua adalah mengguyurkan air ke seluruh wajah. Adapun batasnya ialah dimana rambut tumbuh, pipi sampai telinga dan dagu hingga bawah. Semua bagian anggota tubuh yang berada di wajah harus terkena air supaya wudhu menjadi sah.
- Mebasuh tangan
Selanjutnya adalah membasuh kedua tangan, dari ujung jari hingga siku. Dianjurkan menyela jari-jemari.
- Mengusap sebagian kepala
Mengusap sebagian kepala adalah cukup dengan menempelkan atau mengusap tangan yang basah ke atas kepala. Untuk perempuan juga demikin. Tidak perlu mengusap rambutnya hingga ujung.
- Membasuh kaki
Kemudian membasuh kedua kaki hingga mata kaki.
- Tertib
Rukun wudhu yang terkhir adalah tertib, yakni melaksanakan rukun wudhu secara teratur dan tidak saling mendahului. Bila tidak, maka wudhu tidak sah.
Demikian tata cara wudhu yang baik dan benar. Semoga ibadah kita menjadi lebih sempurna.(DLN)



