HeadlineNews

34 UMKM di NTB Terima Bantuan TJSL Bulog

Mataram (netlombok.com)-

Sebagai upaya menghadirkan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di tengah masyarakat, Bulog turut berkontribusi untuk melaksanakan Kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Adapun dalam kebijakan pelaksanaan Kegiatan TJSL BULOG terdapat 3 (tiga) bidang prioritas yang dijalankan, yaitu Program Pendidikan, Program Lingkungan dan Program Pengembangan UMKM.


Program Bulog Peduli UMKM merupakan bagian dari bidang pengembangan UMKM yang mengejawantahkan komitmen pengaplikasian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan pada pilar pembangunan ekonomi khususnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta merupakan program penguatan finansial masyarakat melalui pendirian Rumah Pangan Kita (RPK) dan pembekalan ilmu kewirausahaan.
Program tersebut dimaksudkan untuk menciptakan dan memelihara sinergitas hubungan yang harmonis dengan lingkungan di sekitar lokasi Perusahaan, sebagai upaya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat berdasarkan prinsip pengembangan berkelanjutan di bidang ekonomi, sosial dan lingkungan.


“Berdasarkan hal tersebut, Perusahaan mencanangkan program Bulog Peduli UMKM sebagai kegiatan untuk mendukung penguatan finansial dan pemulihan ekonomi melalui permodalan pendirian usaha Rumah Pangan Kita (RPK),” kata, Direktur Transformasi & Hubungan Kelembagaan Perum Bulog Sonya Mamoriska, Senin (19/8/2024) pada Kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Program Bulog Peduli UMKM di Provinsi Nusa Tenggara Barat disalah satu hotel di Mataram.


Adapun salah satu Program Bulog Peduli UMKM tahun 2024 dilaksanakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui kerja sama dengan Dinas Perdagangan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang memiliki 34 UMKM binaan bidang perdagangan yang tersebar di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Lombok Barat.


Sasaran penerima bantuan ditetapkan jumlah penerima bantuan modal sebagai RPK baru sebanyak 34 UMKM binaan di mana setiap penerima bantuan akan mendapatkan modal pendirian RPK baru senilai Rp5.000.000,- (lima juta rupiah) berupa komoditi/produk pangan Bulog, rak pajang, spanduk RPK dan sarana lainnya.
Melalui pelaksanaan Program TJSL, Bulog berkomitmen untuk terus berinovasi dalam merancang berbagai program yang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Kamiberharap agar kegiatan ekonomi kerakyatan dapat terus tumbuh secara produktif dan mampu meningkatkan kemandirian masyarakat melalui pembinaan dan pengembangan UMKM, utamanya bagi para UMKM yang menerima manfaat,” ungkapnya.


Keberadaan UMKM melalui pengembangan jaringan RPK binaan diharapkan mampu menjadi bagian dari mata rantai operasi bisnis Bulog, sehingga dapat terjalin hubungan harmonis yang saling menguntungkan. Harapan ke depannya untuk usaha RPK yang telah terdaftar dapat terus tumbuh dan berkembang.


Sinergi bisnis dengan program Bulog Peduli UMKM diharapkan tidak selesai sampai dengan terdistribusinya bantuan ini, namun adanya peran aktif dari mitra jaringan RPK yang terdaftar untuk secara berkelanjutan melakukan repeat order atas produk-produk Bulog yang diperdagangkan.


“Semoga semangat berwirausaha melalui jaringan RPK Bulog dapat meningkatkan kualitas diri kita sebagai masyarakat berdikari, sehingga mampu memberikan kontribusi mewujudkan stabilitas harga dan menjaga tingkat inflasi secara tidak langsung,” ucapnya.


Sementara itu Penjabat Gubernur NTB Hassanudin melalui Asisten II Setda NTB Haji Fathul Gani mengapresiasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Program Bulog Peduli UMKM. Kegiatan ini diharapkan berkelanjutan sebab berdampak besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.


“Sehingga ini adalah kegiatan yang bisa menambah modal dan untuk terus berkembang. Hari ini sekitar 34 UMKM dan mudah-mudahan pada berikutnya ditambah atau di kali dua agar menjadi 68 UMKM,” jelasnya.


Program ini harus terus diperluas dan diperlebar jangkauannya sehingga para UMKM di NTB sehingga kemandirian dari para penerima TJSL Bulog benar-benar terwujud. Terlebih progam ini menjadi hajatan untuk pengentasan kemiskinan ekstrim.(MYG)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button