Di Jawa Timur : Bank NTB Syariah Berjaya, Kredit Macet Nol Persen
Surabaya (netlombok)-
Kinerja Bank NTB Syariah Cabang Surabaya dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan capaian yang menggembirakan. Bisnis bank masyarakat Bumi Gora ini tumbuh progresif karena semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat nasabah di Jawa Timur.
Eka Meidia Wijaya, Branch Manager Bank NTB Syariah Kantor Cabang Surabaya saat melakukan kunjungan ke calon nasabah besar di Jember, Selasa (20/2) menyampaikan, sejak terbitnya izin produk pembiayaan tahun 2019, Bank NTB Syariah leading pada tahun 2020.
Pembiayaan yang dikucurkan pada tahun 2020 sebesar Rp4,2 miliar, tumbuh menjadi Rp27,9 miliar pada tahun 2021. Kemudian tumbuh menjadi Rp90,9 miliar tahun 2022. Dan pada tahun 2023 pembiayaan tumbuh menjadi Rp156,75 miliar. Laba bank juga tumbuh sangat menggembirakan. Tahun 2022 sebesar Rp610 juta, naik menjadi Rp5,59 miliar atau sebesar 916 persen.
“Aset pada tahun 2020 sebesar Rp87,4 miliar menjadi Rp492,52 miliar,” jelas Meidi.
Sementara itu, yang tak kalah menggembirakan di Bank NTB Syariah Cabang Surabaya ini, selama empat tahun pembiayaan macet (Non Performing Financing) dari seluruh pembiayaan yang disalurkan nol persen (zero kredit macet).
Meidi menambahkan, sebagian besar atau 90 persen pembiayaan yang disalurkan kepada konstruksi pembangunan di indonesia, selain di Jawa terdapat di Riau dan Manado. Sisanya adalah kredit konsumtif seperti pembiayaan perumahan, kendaraan, dan lainnya.
Tingginya kepercayaan masyarakat kepada Bank NTB Syariah ditengah kompetisi dengan banyaknya bank umum di Surabaya menurut Meidi tidak lepas dari kualitas layanan yang diberikan kepada nasabah. Misalnya, percepatan dukungan Bank dalam proses administrasi dan referensi status transaksi keuangan kepada nasabah-nasabah yang secara penilaian awal bank sudah layak dibiayai.
“Penerbitan dokumen dukungan bank untuk proyek proyek APBN maupun APBD yang dikerjakan oleh nasabah-nasabah kontraktor, kita bisa bantu optimalkan lebih cepat dari yang lainnya,” terangnya.
Padahal, secara perhitungan bagi hasil, persentase bagi hasil yang diberikan Bank NTB Syariah masih lebih besar dibanding bank lainnya.
“Bagi hasil dari pembiayaan yang kita berikan masih dalam kategori lebih tinggi dari bank lainnya. Tapi karena percepatan layanan yang mereka butuhkan, itu kita berikan. Tanpa mengabaikan prinsip kehati hatian bank dalam penyaluran kredit,” imbuhnya.
Selain itu, maintenance kepada nasabah juga dilakukan dengan pendekatan kekeluargaan. Melayani nasabah tidak sekedar melayani hubungan secara bisnis.
“Nasabah itu diperlakukan seperti keluarga, bukan sekedar parter bisnis. Dengan Pendekatan seperti ini , diharapkan Bank NTB Syariah jadi rumah besar bagi masyarakat di Jawa Timur dalam jangka panjang,” demikian Meidi.(DLN)



