News

BDRG And The Geng Salurkan Bantuan untuk Penghuni Lapas Perempuan Kelas III Mataram

Mataram (netlombok)- 

Rombongan DPD dan DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB dan Kabupaten/Kota di Pulau Lombok menyambangi penghuni Lapas Perempuan Kelas III Mataram. Selain IWAPI, rombongan pengusaha Perempuan yang ikut serta adalah unsur Perempuan Indonesia Maju (PIM), dan Perempuan Pengusaha Mutiara (Puantiara).

Kunjungan dilakukan Senin (18/12/2023) jelang siang. Dipimpin langsung Ketua IWAPI NTB, Hj. Baiq. Diyah Ratu Ganefi.,SH yang datang langsung menggunakan seragam IWAPI putih biru. Kedatangan para Perempuan pengusaha ini disambut langsung oleh otoritas di Lapas Perempuan Kelas III Mataram, dan para Perempuan binaan yang jumlahnya sebanyak 215 orang.

Kedatangan para pengusaha perempuan ini langsung disambut hangat. Rombongan ini datang membawa paket bantuan bagi seluruh penghuni lapas. Selain itu, sebagai organisasi pengusaha, penghuni lapas juga diberi motivasi.

Ketua IWAPI NTB, Hj. Baiq. Diyah Ratu Ganefi.,SH dalam kesempatan ini menyampaikan pentingnya melakukan pengendalian diri agar tidak terjerat kasus yang dapat menjebloskan siapapun ke dalam Lapas.

Meskipun di dalam Lapas, penghuni dilayani kebutuhan jasmani dan rohaninya dengan baik. Bahkan diiberi keterampilan dan dididik agar menjadi orang yang berguna bagi masyarakat saat keluar nanti.

Sebagaimana dikemukakan Perempuan yang akrab disapa BDRG ini, dari 215 penghuni Lapas perempuuan ini, 80 persennya tersangkut kasus Narkoba. Usianya juga variative. Dari 20 tahun hingga 70 tahun.

Ada yang terindikasi pengedar, pengguna, hingga yang jadi korban dicekoki pacarnya. Ada juga pelaku pembunuhan terhadap pacarnya. Selain itu, beberapa orang penghuni lapas adalah balita dan anak-anak yang ikut orang tuanya.

BDRG menegaskan, betapa hidup bebas di luar Lapas jauh lebih menyenangkan. Meskipun hanya makan dengan lauk sambal dan tempe. Menurutnya, secara umum kasus narkoba ini bisa jadi dipengaruhi oleh keinginan besar mendapatkan uang secara cepat dalam jumlah besar. Selain itu, bisa juga persoalan karena ketersediaan lapangan pekerjaan.

Karena itu, menurut Caleg DPR-RI nomor urut 2 Partai Perindo ini, pembelajaran yang paling besar adalah pentingnya melakukan pengendalian diri. Dan hidup sesuai kebutuhan, bukan hidup sesuai keinginan.

“Dan kepada pemerintah, tentu ini PR juga untuk terus dibereskan. Sayang kalau Perempuan-perempuan produktif harus mendekam di dalam jeruji. Padahal, banyak hal bisa dilakukan di luar Lapas,” demikian BDRG.

Kunjungan Lapas Perempuan ini bukan kali pertama dilakukan. Kunjungan kemarin adalah ketiga kalinya dan terus akan dijawalkan sebisa mungkin setiap tahun. Di dalam Lapas, Perempuan-perempuan binaan ini juga sudah memiliki produk hasil pembinaan. IWAPI menurutnya akan membantu melakukan promosi produk yang dihasilkan dari dalam Lapas melalui jaringan IWAPI.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button