EkonomiNews

Dorong Kemandirian Finansial, BEI NTB Ajak Warga Cerdas Berinvestasi

Mataram (Netlombok)-Momentum Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan makna kemandirian, termasuk dalam aspek finansial. Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB mendorong masyarakat untuk mulai mengambil langkah nyata menuju kemerdekaan finansial melalui investasi pasar modal.

Kepala Perwakilan BEI NTB, Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana, menyampaikan bahwa merdeka finansial tidak selalu diukur dari kekayaan yang melimpah atau pensiun dini. Lebih dari itu, kemandirian finansial berawal dari kemampuan mengelola keuangan secara bijak dan mempersiapkan masa depan.

“Investasi merupakan bagian penting dari perencanaan keuangan untuk mewujudkan berbagai target hidup, mulai dari dana pendidikan, hunian, hingga masa pensiun. Kuncinya adalah memahami tujuan dan jangka waktu investasi sebelum memulainya,” ujar ngurah dalam keterangan rilisnya. 

Di pasar modal Indonesia, masyarakat disuguhkan beragam pilihan instrumen investasi seperti saham, obligasi, sukuk, reksa dana, hingga Exchange Traded Fund (ETF). Masing-masing instrumen memiliki karakteristik, tingkat risiko, dan potensi imbal hasil yang berbeda.

Ia menjelaskan, saham memberikan peluang kepemilikan perusahaan serta potensi keuntungan dari dividen dan kenaikan harga (capital gain). Sementara itu, obligasi dan sukuk menawarkan imbal hasil berkala melalui kupon. Bagi pemula, reksa dana dan ETF bisa menjadi pilihan menarik karena dikelola oleh Manajer Investasi profesional serta menawarkan fleksibilitas perdagangan.

Ditekankan bahwa memulai investasi tidak membutuhkan modal besar, melainkan konsistensi dan pemahaman yang matang. “Jangan berinvestasi hanya karena ikut-ikutan tren atau ajakan orang lain. Keputusan harus didasari pemahaman atas instrumen yang dipilih, disesuaikan dengan kemampuan finansial dan profil risiko masing-masing. Investasi adalah proses jangka panjang yang membutuhkan disiplin,” tegasnya.

Antusiasme masyarakat terhadap pasar modal pun terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BEI per 7 Agustus 2026, jumlah investor pasar modal di Indonesia telah menembus 30,3 juta Single Investor Identification (SID), dengan pertumbuhan signifikan mencapai 9,9 juta investor baru sepanjang tahun 2026.

Melihat lonjakan tersebut, BEI NTB terus berkomitmen memperkuat edukasi literasi keuangan agar pertumbuhan jumlah investor berbanding lurus dengan kualitas pemahamannya.

“Sama halnya dengan kemerdekaan bangsa yang diraih lewat proses panjang, kemandirian finansial juga merupakan sebuah perjalanan. Mulailah dari langkah kecil, konsisten, dan terus tingkatkan literasi,” jelasnya. 

Masyarakat yang ingin mempelajari dasar-dasar investasi pasar modal dapat mengakses informasi resmi dan program edukasi melalui situs www.idx.co.id serta kanal media sosial resmi Bursa Efek Indonesia. (red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button