Mataram (netlombok) –
Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurut kabupaten atau kota pada agustus 2023 yang paling tertinggi Kota mataram sebesar 4,78 persen dan TPT terendah di Kabupaten Lombok Utara sebesar 1,40 persen. Tingginya angka pengangguran di Kota Mataram ini disebut karena rasa gengsi dalam bekerja.
“Orang mataram ini kan agak gengsi gengsian mau bekerja sebagai buruh apalagi di sektor pertanian. Yang tamatan sarjana mana mau terjun ke pertanian,” kata Kepala BPS NTB, Drs. Wahyudin, MM dalam keterangan resmi di kantornya, Senin, 6 November 2023.
Jumlah TPT di Kota Mataram ini mengalami penurunan dari tahun sebelumya yang mencapai 6,03 persen pada tahun 2022. Pada Agustus 2023 TPT perkotaan sebesar 3,27 persen, lebih tinggi dibandingkan TPT di daerah perdesaan 2,32 persen. Dibandingkan Agustus 2022, TPT perkotaan turun sebesar 0,25 persen poin sedangkan TPT perdesaan naik sebesar 0,04 persen poin.
Menurutnya, dari sekian banyak pendatang yang masuk sekolah ke Kota Mataram bukan berarti sebagai penyumbang pengangguran, melainkan datang hanya untuk menuntut ilmu menjalankan tugas dan kewajiban. Namun, banyak diantara mereka setelah lulus kuliah justru menetap di kota Mataram dan tidak bekerja.
“Karena banyak juga disini begitu selesai pada kuliyah mereka tidak mau pulang tapi diam disini hanya jadi pengangguran,” jelasnya.
Dilihat dari banyaknya angka pengangguran di kota Mataram ini, kata Wahyudin, seharusnya masyarakat mampu menciptakan lapangan kerja lebih banyak sehingga mampu menyerap para pengangguran yang ada. Pasalnya, banyak tenaga kerja dari luar kota Mataram. Seperti dari Lombok Tengah, Lombok Barat dan kabupaten/kota lainnya di NTB.
“Memang yang sekarang mulai berkembang itu seperti Kafe-kafe, anak muda kan seneng bikin seperti itu. Jadi disitu lah tempatnya di tampung anak-anak kota ini, begitu juga dengan UMKM bisa menyerap mereka,” terangnya.
Berdasarkan data BPS NTB, Penduduk usia kerja merupakan semua orang yang berumur 15 tahun ke atas. Penduduk usia kerja mengalami tren yang cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk di NTB. Penduduk usia kerja pada Agustus 2023 sebanyak 4,06 juta orang, naik sebanyak 113,06 ribu orang dibanding Agustus 2022. Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan Angkatan kerja yaitu sebanyak 2,98 juta orang (73,31 persen), sisanya termasuk bukan angkatan kerja.
Sementara itu, komposisi angkatan kerja pada Agustus 2023 terdiri dari 2,89 juta orang penduduk yang bekerja dan 83,24 ribu orang pengangguran. Apabila dibandingkan Agustus 2022, terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja sebanyak 177,05 ribu orang. Penduduk bekerja mengalami peningkatan sebanyak 174,64 ribu orang dan pengangguran meningkat sebanyak 2,41 ribu orang.(MDE)



