Pilkada 2024 Diproyeksi Berdampak Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di NTB
Mataram (netlombok)-
Bank Indonesia Perwakilan NTB memproyeksi pada masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan November 2024 mendatang bakal memberikan dampak terhadap ekonomi NTB. Namun dampaknya tidak terlalu besar, sama seperti di kondisi Pemilu (Pemilihan Umum) Februari 2024 kemarin.
“Memang ada dampaknya ke ekonomi terutama biasanya di konsumsi rumah tangga. Cuma memang kita belum hitung dampaknya seberapa besar,” ujar Kepala Perwakilan BI NTB, Berry Arifsyah Harahap pada Selasa (30/4/2024) kemarin.
Jika melihat di daerah lain, seperti di pulau Jawa. Ada dampak positif bagi pertumbuhan ekonominya tidak terlalu besar sekitar 0,25 persen atau 0,3 persen. Diakui, Pilkada tahun ini di NTB cukup masih, bahkan kondisi hampir sama dengan pemilu. “Ada penambahan sekitar itu, antara 0,25 persen sampai 0,3 persen,”tambahnya.
Kendati demikian, biasanya pada masa Pilkada. Para calon yang akan maju, baik calon Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota akan melakukan kampanye. Biasanya dapat mempengaruhi sejumlah harga, ketika terjadi daya beli yang tinggi.
“Kalau biasanya tidak terpengaruh sama harga-harga barang karena bentuknya tidak natura (barang tidak nyata,red), sehingga tidak ada lonjakan yang tiba-tiba,” terangnya.
Lebih lanjut, hanya saja ditakutkan jika dalam bentuk natura dan dalam jumlah besar, maka tidak menutup kemungkinan terjadi lonjakan harga pada barang. “Kalau sementara tidak dalam bentuk natura biasanya penggunaannya akan lebih mulus jadi bisa dibagi antar beberapa waktu. Jadi tidak akan menekan harga barang-barang,”jelasnya.
Disisi lain, Bank Indonesia (BI) juga konsen terhadap inflasi pada masa Pilkada nanti. Biasanya ketika terjadi kenaikan harga pada sejumlah harga barang, sehingga mempengaruhi lonjakan inflasi.
“Kita juga sedang memantau pusat informasi harga pangan strategis. Kalau memang kita lihat ada gangguan tentunya kita akan memperbanyak gerakan pasar murah atau operasi pasar, sehingga harganya bisa lebih terkendali,”katanya. (GYM).



