Banjir Bandang Kembali Menerjang Sumbawa

Sumbawa (netlombok.com)-
Bencana banjir bandang kembali melanda wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Kecamatan Alas Barat. Hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari terakhir menyebabkan luapan Sungai Lekong, menggenangi lima desa dan merusak fasilitas umum serta lahan tambak milik warga.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, desa-desa yang terdampak adalah desa Mapin Kebak, desa Usar Mapin, desa Lekong, desa Mapin Beru dan desa labuhan Mapin.
Banjir ini menyebabkan genangan air setinggi 80 cm di beberapa titik, merendam rumah warga, merusak fasilitas umum, dan menghancurkan pagar-pagar rumah.
Banjir juga membawa dampak besar bagi sektor perikanan di wilayah tersebut. Sebanyak 42 hektare lahan tambak di Desa Labuhan Mapin mengalami kerusakan parah. Aktivitas budidaya tambak terpaksa dihentikan, dan para petani tambak diperkirakan mengalami kerugian material yang signifikan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumbawa, Dr. Risdianto, menyampaikan bahwa hingga saat ini, BPBD bersama tim gabungan masih melakukan asesmen di lapangan untuk mendapatkan data lengkap mengenai jumlah warga terdampak dan kerugian material.
“Berdasarkan data sementara, warga terdampak di Dusun Hijra mencapai 500 kepala keluarga (KK) atau sekitar 900 jiwa. Di Dusun Glampar, terdapat 600 KK atau 1.200 jiwa yang terdampak, dan satu ekor sapi dilaporkan hanyut. Di Mapin Beru, terdapat 35 KK (100 jiwa), sedangkan di Labuhan Mapin masih dalam proses pendataan,” ujar Dr. Risdianto.
Sebagai langkah preventif, PLN telah memutus aliran listrik di wilayah terdampak sejak awal banjir guna mencegah risiko kecelakaan yang tidak diinginkan. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada karena curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.
BPBD Kabupaten Sumbawa mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Selain itu, langkah-langkah penanganan darurat seperti distribusi logistik dan evakuasi warga ke tempat yang lebih aman sedang dilakukan.
“Kami menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila terdapat kondisi darurat lainnya. Tim gabungan telah bersiaga untuk membantu warga yang membutuhkan,” tambah Dr. Risdianto.(DLN)



