News

Kena ​Hipotermia, Warga Pringgasela Meninggal di Bukit Dandaun

Lombok Timur (Netlombok)-Suasana dingin di kawasan wisata Bukit Savana Dandaun, Sembalun, Lombok Timur, berubah menjadi kepanikan pada Sabtu malam (4/7). Seorang pendaki dilaporkan mengalami hipotermia parah di tengah dinginnya udara pegunungan.

Nahas, meski tim SAR gabungan bergerak cepat menembus kegelapan malam, nyawa korban tak tertolong. ​Peristiwa memilukan ini menimpa Hamzanwadi (38), seorang warga asal Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur.

​Operasi penyelamatan darurat ini bermula ketika Kantor SAR Mataram menerima laporan genting pada Sabtu (4/7) pukul 22.37 WITA. Merespons laporan tersebut, tim Rescue Pos SAR Kayangan langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan memboyong peralatan mountaineering dan tim medis lengkap.​

Perjuangan tim SAR gabungan membuahkan hasil saat mereka berhasil menjangkau posisi korban di atas bukit pada Minggu dini hari (5/7) sekitar pukul 00.50 WITA. Tanpa buang waktu, korban langsung diturunkan dari kawasan savana menuju fasilitas kesehatan terdekat.

“Korban kemudian segera kami evakuasi ke Puskesmas Sembalun untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” ujar Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, melalui Koordinator Pos SAR Kayangan M. Darwis, Minggu (5/7).

Setelah dipastikan meninggal dunia, jenazah Hamzanwadi langsung diserahkan kepada pihak keluarga yang diselimuti duka mendalam. ​Dengan diserahkannya korban, operasi penyelamatan darurat ini resmi dinyatakan berakhir. Keberhasilan evakuasi cepat ini tidak lepas dari sinergi kokoh berbagai unsur yang terlibat di lapangan.

Adapun unsur yang terlibat yaitu tim Rescue Pos SAR Kayangan, Unit SAR Lombok Timur, Polsek Sembalun, Babinsa Sembalun, Damkarmat Lombok Timur, Pengelola Bukit Savana Dandaun, EMHC, Puskesmas Sembalun, masyarakat setempat, dan unsur terkait lainnya.

​Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para pencinta alam untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem dan mempersiapkan fisik serta perlengkapan yang memadai sebelum mendaki kawasan Sembalun. (r)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button