Kriminal

​Jelang MotoGP Mandalika 2026, Polda NTB Gelar Operasi Cipta Kondisi

Mataram (Netlombok) — Polda NTB terus mematangkan strategi pengamanan jelang perhelatan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026. Langkah ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Cipta Operasi Mandalika yang berlangsung di Ruang Presisi Polda NTB, Selasa (22/9/2026).

Rakor tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polda NTB serta jajaran kepolisian kewilayahan, meliputi Polresta Mataram, Polres Lombok Barat, dan Polres Lombok Tengah. Pertemuan ini bertujuan mensinergikan langkah dan menyamakan persepsi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, menyampaikan bahwa kesiapan personel serta efektivitas komunikasi lapangan menjadi fokus utama demi menjamin gelaran kelas dunia tersebut berjalan tanpa hambatan.

Tahapan Simulasi dan Operasi FieldUntuk memastikan kesiapan di lapangan, Polda NTB telah menyusun rangkaian jadwal taktis menjelang gelaran acara pada 28 September 2026 pelaksanaan simulasi pengamanan oleh Karo Ops Polda NTB untuk menguji kesiapan personel dan skenario penanganan di lapangan. 

Kemudian 5 Oktober 2026 pemulaan Operasi Cipta Kondisi secara menyeluruh di wilayah hukum Polda NTB dan polres penyangga.  Aktivasi Komunikasi Perwira Pengendali (Padal). Penggunaan jaringan Radio Handy Talkie (HT) bagi seluruh Padal resmi diaktifkan guna mempercepat alur koordinasi dan respons di area operasi.

“Kami terus mematangkan kesiapan personel dan langkah cipta kondisi, agar seluruh rangkaian MotoGP Mandalika berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Kombes Pol Mohammad Kholid.

Antisipasi Karhutla dan Gangguan AsapSelain pengamanan jalur dan kerumunan, Rakor ini menaruh perhatian khusus pada potensi gangguan lingkungan.

Direktur Samapta Polda NTB menyoroti risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pembakaran lahan secara sengaja di sekitar kawasan Sirkuit Mandalika.

Ancaman asap dinilai berpotensi mengganggu jarak pandang pembalap serta kenyamanan penonton dan operasional event. Oleh karena itu, deteksi dini dan tindakan pencegahan di sekitar lokasi tajuk utama menjadi prioritas pasukan Samapta.

“Dir Samapta menekankan pencegahan, termasuk mengantisipasi pembakaran lahan di sekitar lokasi MotoGP. Jangan sampai asap mengganggu jalannya event,” tegas Kholid.

Melalui koordinasi terpadu ini, Polda NTB optimistis seluruh potensi gangguan kamtibmas maupun kendala teknis di lapangan dapat diantisipasi sejak dini demi suksesnya gelaran MotoGP Mandalika 2026. (red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button