News

Bulog Akan Beli Beras Petani NTB Setara Rp1,6 Triliun

Lombok (netlombok)-

Perum Bulog akan membeli beras dan gabah petani dengan volume yang sangat besar tahun 2023 ini, target serapannya diatas 200.000 ton.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Abdul Muis menyampaikan, jika target 200 ribu ton lebih serapan ini dinilai dengan rupiah, maka Bulog akan membelanjakan Rp1,6 triliun untuk pembelian beras/gabah petani di NTB.

“Target serapan kita dinaikkan tahun 2023 ini. tak main-main, 200 ribu ton lebih, atau Rp1,6 triliun,” jelas Muis di Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Rabu 18 Januari 2023.

Muis mengatakan, belanja langsung Bulog ini nilainya cukup besar, dan diharapkan akan membantu mendukung pergerakan ekonomi masyarakat petani di Nusa Tenggara Barat.

Namun menyerap dengan jumlah cukup besar ini tentu menjadi tantangan tersediri ditengah terbatasnya kapasitas gudang penyimpanan Bulog. Tahun 2022 ada 28 gudang filial fi NTB yang digunakan untuk menampung beras dan gabah yang diserap dari petani sebanyak 105.000 setara beras, atau senilai Rp980 miliar.

Untuk menyiasati keterbatasan gudang penyimpanan ini, Bulog NTB merencanakan akan mengirim ke berbagai daerah yang meminta dipasok kekurangan berasnya dari NTB. tanpa mengabaikan kebutuhan di dalam daerah.

“Sembari menunggu panen, stok awal tahun kami masih tersedia 8.600 ton beras di NTB. masih cukup aman,” ujarnya.

Selama tahun 2022 lalu, Bulog NTB sudah menjual beras sebesar 48.000 ton  ke masyarakat.  Dan 86.000 ton sudah dikirim ke sembilan provinsi di Indonesia. diantaranya Jambi, Bengkulu, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Medan dan lainnya. Pengiriman beras NTB ke luar daerah ini cukup membanggakan, karena petani NTB sudah mampu berkontribusi terhadap daerah-daerah defisit beras.

Muis menambahkan, tantangan lain yang dihadapi Bulog saat ini adalah tingginya harga beras/gabah ditingkat petani. Berdasarkan pemantauan di lapangan mencapai Rp5.600 Gabah Kering Panen (GKP) perkilo. Sementara Gabah Kering Giling (GKG) diatas Rp6.000 perkilo.

“HPP berdasarkan Permendag Tahun 2020, harganya Rp4.300 perkilo ditingkat petani. Dan hari ini faktanya harga ditingkat petani berada di angka Rp5.600 perkilo. Harga dari tingkat petani masih tinggi karena belum memasuki musin panen raya,” katanya.(001)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button