HeadlinePolitik

Sering Dituduh Ulama Penjilat hingga Korupsi Saham PT Newmont, TGB Beri Klarifikasi

Lombok (netlombok.com)-
Tuan Guru Bajang (TGB) Dr. HM. Zainul Majdi akhirnya merespon berbagai tuduhan yang selama ini sering dilontarkan terhadap dirinya. Tidak sedikit yang menyebut ulama ahli tafsir al-quran ini sebagai ulama penjilat hingga diduga ikut terseret korupsi divestasi saham PT Newmont NTB karena kiprahnya dibidang politik.

Melalui komentarnya di postingan akun instagram resminya yang diunggah pada Rabu (24 Mei 2023), TGB mengatakan bahwa tugas ulama adalah aktif menegakkan amar ma’ruf dan nahi mungkar. Dan menurutnya, ada ilmu dan adabnya tersendiri.

Khusus kepada pemimpin, beber ulama yang getol menyuarakan perdamaian dan toleransi itu, nasihat harus di lontarkan secara langsung, yakni dengan terjun ke dunia politik itu sendiri, bukan dengan teriak-teriak dan mengumpat lewat mimbar. Sehingga pesan dakwah sampai secara langsung dan lebih efisien.

“Khusus kepada pemimpin, amar ma’ruf nahi mungkar bukan dengan teriak-teriak mengumpat di atas mimbar, namun dengan menasihatinya langsung sebagaimana tuntunan dalam hadits Rasul,” terangnya.

Dan tata cara semacam ini, lanjut TGB, sesuai dengan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah.

“Itu ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah,” jelasnya.

Dalam komentarnya itu juga, mantan Gubernur NTB dua periode itu menanggapi tuduhan korupsi divestasi saham PT Newmont yang selama ini menggerogoti reputasinya. Dirinya mengungkapkan bahwa penyelidikan sudah dilakukan oleh penegak hukum, tetapi tidak cukup bukti.

“Kalau cukup bukti, jangankan saya, beberapa menteri aktif dari partai yang berkuasa bahkan ketua partai juga ditindak dan dihukum,” ujarnya.

Namun, penjabat Ketua Harian Nasional DPP Partai Perindo itu memaklumi kebebasan berpendapat hari ini, asal jangan sampai menghujat dan memfitnah tanpa bukti.

“Hati-hati melanggar Undang-undang ITE. Nanti bisa kena pidana,” katanya.

TGB, dalam komentarnya itu kemudian memberikan pesan untuk tetap menjaga persaudaraan.

“Mengapresiasi tokoh favorit wajar, mengkritisi kompetotor juga normal. Namun jangan berlebihan, nanti kecewa,” pungkasnya.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button