News

393 JCH Kloter 3 NTB Diterbangkan ke Tanah Suci Tanpa Kendala

Lombok (netlombok)-

Sebanyak 393 orang Jamaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Kelompok terbang (Keloter) tiga, resmi dilepas keberangkatannya oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Zamroni Aziz, S.HI.,MH. (9/6/23).

Dalam arahannya Kakanwil berpesan agar JCH senantiasa menjaga kesehatannya, terutama para lansia, agar dapat melaksanaan rangkaian ibadah haji dengan baik dan sempurna.

“Saya berpesan kepada para Jamaah Calon Haji, jaga kesehatan, jaga keselamatan dan jaga nama baik daerah, jika ada masalah segera laporkan kepada ketua keloter dan petugas yang ada, jangan mengambil tindakan sendiri yang dapat merugikan diri sendiri, bahkan dapat membuat masalah yang lebih besar,” pesannya.

Selain itu Kakanwil juga mengingatkan kepada para petugas yang mendampingi JCH agar aktif dan responsif terhadap kondisi dilapangan, jika ada kendala dan masalah agar segera berkoordinasi dengan petugas lainnya untuk mengambil langkah-langkah solutif.

“Kami tekankan kepada para petugas, baik TPHI, TPIHI, TKHI dan petugas lainnya, agar mengutamakan tugas-tugas pelayanan kepada jamaah, karena tugas utama bapak, ibu, saudara adalah melayani dan mendampingi jamaah haji, kalaupun bapak, ibu dapat menunaikan ibadah haji, itu adalah bonus dan berkah karena melayani tamu Allah”. tegas Kakanwil.

Sementara itu, Ketua Tim Humas dan Informasi Panitia PPIH Embarkasi Lombok NTB, Syukri, S.Ag.,M.Pd menjelaskan rincian JCH keloter 3 asal Lombok Barat (keloter utuh) yang terdiri dari jemaah pria 195 orang, wanita 193 orang, Ketua Kloter 1 orang, Pembimbing Ibadah 1 orang, Dokter 1 orang dan Paramedis 2 orang, total semunya berjumlah 393 orang, terdapat jamaah lansia sebanyak 115 orang, jamaah tertua atas nama Muhammad Jinambar berusia 102 tahun dan Madinah Senah Ratinah berusia 100 tahun.

Syukri juga menjelaskan prosesi pelepasan JCH disiarkan secara langsung melalui links live streming  Media Centre Haji (MCH) Embarkasi Lombok.

“Prosesi pelepasan Jamaah Calon Haji keloter tiga ini disiarkan secara langsung melalui links live streming mulai dari pukul 17.45 sampai pukul 22.15 Wita, dimana Jamaah calon haji boarding dan take off menuju Jeddah. Begitu juga prosesi pelepasan keloter satu dan keloter dua kemarin sesuai jadwal. Hal ini dimaksudkan, agar masyarakat umum terutama keluarga jamaah calon haji dapat memantau dan mengikuti kegiatan para jamaah dari tempat masing-masing, sehingga dapat membantu memberikan akses informasi terkait kegiatan jamaah calon haji”, paparnya.

“Kami memiliki tim media yang bertugas meliput kegiatan jamaah calon haji sejak memasuki asrama hingga memasuki pesawat yang akan menerbangkan jamaah menuju tanah suci. Di Asrama Haji ada saudari Ahda Sabila beserta tim dan di bandara BIZAM ada saudari Rama Wardani beserta tim yang bertugas meliput dan menyiarkan secara langsung prosesi keberangkatan Jamaah Calon Haji ,” imbuh Syukri.

Selain itu berdasarkan pantauan tim MCH, siaran langsung prosesi pemberangkatan JCH juga sembari bergabung dengan  petugas pendamping jamaah calon haji yang sudah terlebih dahulu berada di Makkah.

 Repoter MCH Embarkasi Lombok, Ahda Sabila bertukar informasi dengan salah seorang ketua keloter di Makkah, Muhammad Zaini, ia menjelaskan bahwa keadaan JCH NTB yang telah tiba di tanah suci secara umum baik dan sehat-sehat. Meski demikian terdapat beberapa jamaah yang mengalami keluhan capek, flu ringan dan pusing, terutama jamaah lansia karena kelelahan dalam perjalanan.

 Keloter pertama yang tiba di Makkah pada hari Rabu pukul 00.40 waktu setempat, telah dapat menunaikan sholat arba’in dengan baik.

Sementara itu Tim Pembimbing Ibadah Haji (TPIHI), H. Mujtahidin menjelaskan bahwa para jamaah calon haji akan di ajak untuk beziarah ke Raudlah, Masjid Quba, Masjid Kiblatian, Kebun Kurma, Khandak, Jabal Uhud dan tempat-tempat bersejarah lainnya di tanah suci sesuai jadwal yang telah ditentukan. Infromasi lainya terkait hotel tempat tinggal JCH kloter satu cukup dekat dengan Masjid Nabawi Madinah.

 “Alhamdulillah hotel tempat tinggal kami di sekitar pelataran masjid Nabawi, jaraknya sekitar satu meter dengan Masjidil, gerbang hotel tempat tinggal kami berhadapan dengan gerbang masjid, hal ini membuat kami lebih mudah untuk beribadah ke masjid Nabawi” jelas H. Mujtahidin. (DLN).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button