Pendidikan

PGRI NTB : Belum ada Sosialisasi Marketplace Guru ke Daerah

Lombok (netlombok)-

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Yusuf menyebut, program pemerintah Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menerapkan sistem Marketplace guru belum disosialisasikan ke daerah.

“Saya mendukung program Kemendikbud Ristek system Marketplace guru, cuma kami berharap juga sosialisasi bagaimana mekanisme marketplace yang diharapkan oleh pemerintah, menurut kami marketplace merupakan mediaa platform digital sehingga profil dari guru dapat diketahui dari masyarakat,”ungkapnya.

Lebih lanjut Yusuf menegaskan, dengan adanya sistem marketplace guru, dapat mempermudah proses rekrutmen calon pengajar, dengan melihat profil calon pengajar di marketplace itu, guna memenuhi kebutuhan guru di Nusa Tenggara Barat.

“Dari Sistem itu, kita bisa melihat kompetensi guru, sehingga proses rekrutmen calon-calon guru ini dapat dipantau oleh pemerintah dalam memenuhi kebutuhan guru di NTB,” ujarnya.

Selain itu, Yusuf mempertanyakan rancangan marketplace guru itu, terlebih dalam proses rekrutmen guru oleh pemerintah daerah, lebih tahu jumlah kebutuhan guru, agar tidak terjadi pertentangan antara kebutuhan guru daerah dengan pemerintah.

“Seprti apa sih rancangan marketplace yang dicanangkan oleh pemerintah pusat, karena di sini dalam hal rekrutmen guru pemerintah daerah sebagai daerah otonom, tentu membutuhkan berapa sih kebutuhan guru, jangan sampai ada pertentangan kebutuhan daerah dengan kebutuhan pusat,” tegasnya.

Yusuf menambahkan, system marketplace guru harus ada sinergitas dengan pemerintah daerah melalui dinas Pendidikan, agar program itu sejalan dengan program pemerintah daerah terkait jumlah rekrutmen calon guru.

“Perlu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini, BKSM dan Dinas Pendidikan, karena dinas Pendidikan mengetahui bagaimana beberapa kebutuhan guru yang dibutuhkan dan mata pelajaran apa saja, ini yang tidak bisa dilihat di situ,” terangnya.

Meski demikian, menurut Yusuf, marketplace guru sangat dibutuhkan dalam kualifikasi dan kompetensi guru.

“Marketpalece ini di butuhna dalam mengetahui kualifikasi dna kompetensi para calon guru,” tandasnya.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button