Ekonomi

Penerapan Teknologi Digital dan Kolaborasi Industri: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Olahan Umbi Porang di NTB

Lombok (netlombok) –

Dinas Perindustrian Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam kegiatan Workshop Penerapan Teknologi Digital (IoT) pada Industri Olahan Umbi Porang serta Peningkatan Nilai Tambah Produk melalui Hilirisasi dan Strategi Pemasaran, Kamis (27/07/2023) di Prime Park Hotel, Mataram.

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa perwakilan dari Dinas Perindustrian Kab/Kota di NTB, perwakilan dari Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri UNRAM, serta para pelaku industri kecil menengah yang ada di Lombok.

Workshop ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mendukung penggunaan teknologi digital dalam proses produksi pada industri terutama industri olahan umbi porang di wilayah NTB, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk melalui proses hilirisasi dan strategi pemasaran yang efektif.

Umbi porang merupakan salah satu potensi unggulan dari NTB yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Melalui workshop ini, Dinas Perindustrian NTB terus berupaya untuk mendorong para pelaku usaha yang ada di NTB tidak hanya di sektor olahan umbi porang untuk dapat memanfaatkan teknologi digital, khususnya Internet of Things (IoT), dalam mengoptimalkan proses produksi.

Penggunaan teknologi IoT di industri olahan umbi porang dapat meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan kualitas produk.

Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti menerangkan bahwa komoditas umbi porang yang ada di NTB memiliki potensi yang sangat besar baik di pasar nasional maupun internasional.

Kepala Dinas Perindustrian NTB dalam pembukaannya sekaligus melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama sama antara Dinas Perindustrian NTB dengan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri UNRAM, dan juga penanda tanganan perjanjian kerjasama antara PT. Rezka Nayatama dengan Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri UNRAM tentang praktik kerja lapang atau program merdeka belajar, dan penelitian pangan.

“Umbi porang yang ada di NTB selama ini kita hanya bisa menjual mentah, sekarang sudah bisa memproduksi berbagai macam produk turunan seperti tepung glukomanan. Tepung glukomanan dapat menjadi substitusi produk tepung, dan memiliki potensi penerimaan yang besar di masyarakat hingga mancanegara, hal ini bisa menjadi peluang pasar baru.” Tutur Nuryanti.

Salah satu perusahaan yang telah berhasil menerapkan teknologi IoT dalam industri olahan umbi porang adalah PT. Rezka Nayatama. Berlokasi di Sekotong, Lombok Barat, perusahaan ini telah menjadi contoh sukses dalam penerapan teknologi digital dalam proses produksi dan distribusi umbi porang.

Keberhasilan PT. Rezka Nayatama dalam mengadopsi teknologi IoT telah membawa dampak positif pada peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi. Perusahaan ini mampu mengoptimalkan proses produksi melalui otomatisasi berbasis IoT, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

“Di Indonesia pemilihan umbi porang yang berkualitas untuk bahan baku masih menjadi permasalahan dikarenakan tanaman porang yang tumbuh liar dan proses pemanenan yang tidak diperhatikan. Saat ini kualitas porang terbaik masih dipegang oleh China, tetapi tidak menutup kemungkinan Indonesia juga bisa meningkatkan kualitas porang Indonesia. Hal ini bisa dioptimalkan dengan mengadakan pelatihan kepada para petani porang di Indonesia.” Ungkap Harada.

Kegiatan workshop yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian NTB menjadi momentum penting bagi para pelaku industri di NTB untuk belajar dari contoh sukses PT. Rezka Nayatama dan Harada Foods Co., Ltd dalam menerapkan teknologi IoT dan strategi hilirisasi produk. Dinas Perindustrian NTB berharap bahwa workshop ini akan memberikan manfaat nyata bagi pelaku industri di NTB.

Dengan menerapkan teknologi digital, melakukan hilirisasi produk, dan menerapkan strategi pemasaran yang tepat, para pelaku usaha diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat dan sukses dalam menghadapi tantangan ekonomi yang dinamis. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha diharapkan dapat terus berlanjut untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah NTB.(MDE)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button