Mataram (netlombok) –
Kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengawal produksi komoditas vanili organik dari tingkat hulu sampai proses ekspor. Bersama tim genjot ekspor, BI NTB Kembali melakukan ekspor vanili organic ke Amerika sebanyak 2,36 ton senilai Rp3 miliar.
Deputi Kepala BI NTB, Ahmad Fauzi menyebutkan, Upaya ini menjadi ikhtiar untuknew source engine of growth pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB sektor non-tambang. KPwBI Provinsi NTB melakukan beberapa inisiatif yang menjadi kunci sukses pengembangan Komoditas Ekspor, yaitu dengan membentuk tim informal Genjot Ekspor yang terdiri dari seluruh stakheholder yang menangani kegiatan ekspor di Provinsi NTB.
Fauzi menjelaskan bahwa dalam pengembangannya, khusus komoditas unggulan non tambang vanili Organik, KPw BI NTB telah melakukan pendampingan dari sisi hilir sampai hulu.
“Di sisi hilir, pada bulan Januari 2023 Bank Indonesia memfasilitasi Eksportir Pak Muhir mengikuti pameran Winter Fancy Food di Las Vegas Amerika Serikat dengan berhasil pulang membawa kontrak senilai Rp24 Milyar.” Jelasnya.
“Sisi Pengolahan atau Industrialisasi, Bank Indonesia memberikan PSBI kepada kelompok tani pengering Perangga Wangi berupa peralatan untuk mengolah vanili yang baru panen oleh petani menuju vanili siap ekspor, dan dari sisi Hulu/Penyediaan Bahan Baku.” Tambah Fauzi.
Menurutnya, Bank Indonesia sudah memberikan pelatihan budidaya dan PSBI membangun kebun percontohan Vanili Organik terhadap Kelompok Tani Vanili organik: Gorok Sokong (Lombok Timur), Orong Petreng (Lombok Timur), Muda Tanjung Biru (Lombok Utara), Banok (Lombok Timur) dan Sumber Rejo (Bima). Pada tahun ini terdapat 2 (dua) Kelompok Vanili baru yaitu Tandan Hijau (Lombok Barat) dan Leong (Lombok Utara).
Dalam kesempatan yang sama, Co-Founder PT. Singing Dog Vanilli, Mr. Bill Wiedman menyampaikan perusahaannya yang telah berdiri sejak 20 tahun lalu telah menerapkan sistem business fairtrade+, agar dalam kerjasama ini setiap pihak mendapatkan benefit masing-masing.
“Kami ingin menciptakan model bisnis yang berkelanjutan dan berjangka panjang di Nusa Tenggara Barat, jadi kami menciptakan model yang disebut fairtrade+. Dalam model ini kami membayar harga yang adil kepada petani atas vanili mereka dan kemudian kami membawanya ke AS dan membuatnya menjadi banyak produk. Setelah kami menjual semua vanili ini, kami akan mengambil keuntungannya dan membagikannya kepada para petani. Vanila yang kami kirimkan hari ini tidak hanya akan dijual ke AS, tetapi juga Kanada, Chilli, Australia, Thailand, Dubai, Jepang, dan Taiwan. Vanilla beredar di seluruh dunia, akan digunakan oleh semua orang di seluruh dunia. Kami berharap dapat membeli lebih banyak vanila ke Nusa Tenggara Barat,” ujar Mr. Bill Wiedman.
Sejalan dengan itu, Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc., Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I A Mataram, dan Owner UD. Rempah Organik Lombok, Muhir Ali menyampaikan apresiasinya kepada Tim Genjot Ekspor Provinsi NTB, khususnya Bank Indonesia yang telah banyak membantu dalam proses percepatan dan fasilitasi ekspor di Provinsi NTB.
Sebagai akhir dari agenda pelepasan ekspor vanili ke Amerika Serikat, dilakukan simbolis pelepasan ekspor dengan pemecahan kendi oleh Gubernur Provinsi NTB, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I A Mataram, Co-Founder PT. Singing Dog Vanilli selaku investor dari Amerika Serikat, Owner UD. Rempah Organik Lombok, Semoga sinergitas tim Genjot Ekspor mampu meningkatkan nilai dan volume transaksi Ekspor dari Provinsi NTB.(MDE)



