EkonomiNews

Petarung NTB Ingin Sejahterakan Anggota dengan Berkoperasi

Mataram (netlombok) –


Peternak unggas lokal yang tergabung dalam Perhimpunan Peternak Unggas Rakyat (Petarung) Provinsi NTB tengah berproses untuk membentuk koperasi. Dengan wadah ini, diharapkan bisa mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh peternak di NTB.
Rencana pembentukan koperasi peternak unggas ini dibahas bersama dalam rapat koordinasi yang digelar, Selasa (26/9/203) di Hotel Puri Indah.

Dalam kegiatan itu menghadirkan sejumlah narasumber dari Dinas Pertanian NTB, Dinas Perdagangan NTB, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Dinas Koperasi NTB, Balai Karantina dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB. Hadir langsung anggota dan pengurus Petarung NTB.


Ketua Petarung NTB Christopher Brillianto, didampingi Wakil Ketua, Ervin Tanaka mengatakan, perlu adanya upaya untuk mengatasi persoalan-persoalan yang terjadi pada peternak serta kesejahteraan anggota dalam menuntaskan permasalahan dalam menunjang kebutuhan baku serta stabilitas harga.


Dalam pandangan Chris, pemerintah berperan aktif dalam memberikan bantuan untuk sektor peternakan, namun kendalanya peternak unggas lokal belum memiliki wadah .Tidak seperti halnya di Pulau Jawa, dimana peternak unggasnya sudah memiliki koperasi sehingga bisa menerima subsidi ribuan ton bahan baku paka dalam perbulan. Sedangkan di NTB sendiri menurutnya belum bisa dilaksanakan hal seperti itu.


“Jadi harapannya kita ke arah sana nanti, dengan adanya koperasi itu kita bisa sediakan wadah untuk bantuan seperti subsidi bahan pakan ternak seperti jagung serta kebutuhan lain. Supaya kesejahteran para peternak itu lebih meningkat,” harap Chris.


Chris juga menambahkan, tercatat sampai saat ini jumlah peternak yang sudah tergabung dalam Petarung mencapai 40 puluhan lebih.
“jadi nanti kita akan membuat koperasi, ini sebagai sarana atau peyalur banyak hal, mulai panduan bisnis, sistem produksinya sekaligus pakan,” katanya.


Menurut Christian harga jagung untuk saat ini tidak stabil pasalnya harga dipetani saja sudah mencapai Rp5.700 perkilo. shingga sampai ke peternak itu sudah mencapai Rp6.500 perkilo.


“Kalau sudah 6.500 mau untung darimana? jagung itu 50% komposisi dari pakan,”tandasnya.


OPD terkait lingkup Pemprov NTB merespon sangat positif rencana pembentukan koperasi peternak unggas ini.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button