EkonomiNews

NTB Unik, Elnino Tapi Panen Raya

Giri Menang (netlombok)-

Penjabat Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si melakukan panen raya di Desa Tanak Beaq, Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, Selasa (24/10/2023). Panen ini dilakukan ditengah berlangsungnya kekeringan (elnino) di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Pj Gubernur didampingi Asisten II Setda NTB, Dr. H. Fathul Gani, M. Si, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, M. Taufiekurrahman beserta jajaran, Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB, H. Sahdan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat, Lalu Winengan, unsur pimpinan dari Kejaksaan Tinggi NTB, TNI dan Polri, serta kelompok tani dan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Barat, Lalu Winengan mengemukakan, disaat Indonesia sedang dilanda elnino, petani di Kabupaten Lombok Barat, khususnya di Kecamatan Narmada masih tetap eksis berproduksi dan hampir tidak mengenal elnino. Karena ketersediaan airnya sangat mencukupi. Bahkan dalam setahun, petani di Narmada bisa melakukan penanaman hingga empat kali.

Pada bulan Oktober ini, sebagaimana dilaporkan Lalu Winengan, di Kabupaten Lombok Barat terdapat 1.500 hektar lahan padi yang dipanen. Di Tanak Beaq saja, terdapat sekitar 150 hektar lahan siap panen, 94 hektar diantaranya sudah panen.

“Disaat di tempat lain sedang kesulitan berproduksi karena elnino, di Lombok Barat petani tetap berproduksi. Dengan rata-rata produksi 5,2 ton, sementara di Tanak Beaq hasil produksinya bisa diatas 6 ton perhektar,” paparnya.

Ada 3.400 hektar lahan abadi yang tetap berproduksi untuk menyediakan kebutuhan pangan, baik untuk kebutuhan sendiri maupun kebutuhan nasional. Karena itu, Kementerian Pertanian juga memberikan dukungan dengan memberikan bantuan benih kepada petani.

Penjabat Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si dalam kesempatan ini mengajak masyarakat, terutama petani agar pandai-pandai bersyukur. Karena ditengah kemarau, petani masih bisa tetap berproduksi dengan hasil yang cukup menggembirakan.

“Disini cemoh (senang) karena di daerah lain sedang leger (khawatir) karena ketersediaan pangan akibat tidak ada air, di sini alhamdulillah bisa panen, bahkan sampai 4 kali panen. Patut kita syukuri. Dan saya akan laporkan ke Mendagri,” ujarnya.

Dalam situasi elnino seperti sekarang ini, menurutnya tidak mudah petani melakukan produksi. Namun di Lombok Barat sangat menggembirakan, karena 1.500 hektar potensi panennya di Bulan Oktober ditengah kekeringan.

Lalu Gita juga mengutip pernyataan Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso yang menyebut Provinsi NTB adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang tidak dialokasikan beras yang diimpor oleh pemerintah.Menurut Lalu Gita, ini menandakan masih kuatnya NTB sebagai lumbung pangan nasional.

Hal ini juga menurutnya tidak lepas dari kerja keras para petani, penyuluh, pemerintah dan OPD terkait yang melakukan pendampingan di lapangan sehingga produksi pangan tetap bisa dilakukan.

“Tampi asih (terimkasih) kepada seluruh petani, dan semua unsur yang sudah mendukung sehingga NTB tetap menjadi lumbung pangan. Masyarakat jangan khawatir soal cadangan pangan kita,” demikian Lalu Gita.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button