Dubes Palestina Berharap NTB Mall Hadir di Palestina
Mataram (netlombok)-
Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia datang mengunjungi salah satu gerai NTB Mall di Islamic Center (IC). NTB Mall sendiri sebagai wadah pemasaran produk-produk UMKM di NTB. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi Dubes Palestina berharap ada tempat seperti NTB Mall di Palestina untuk bisa memasarkan produk-produk lokal.
Dubes Palestina Dr. Zuhair S.M. Al Shun mengatakan pihak akan terus saling mendukung antara Indonesia, terutama Lombok dengan Palestina. Tak terkecuali dalam perdagangan. Bahkan diharapkan produk-produk Palestina baik itu makanan maupun yang lain bisa dipasarkan seperti produk di NTB. Karena di NTB ada wadah tersendiri untuk pemasaran produk UMKM lokal.
“Saya berharap tempat saya berdiri ini (NTB Mall,red), culture seperti ini bisa suatu saat di bangun di Palestina dan (produk,red) Indonesia akan menjadi pertama datang ke Palestina,” ujar Dr. Zuhair S.M. Al Shun, usai berkunjung di NTB Mall, Rabu (10/1/2024).
Untuk itu kedepannya diharapkan ada kerjasama bisa terjalin antara keduanya, yakni Palestina dengan Indonesia, terutama NTB. Dimana kerjasama perdagangan antara keduanya bisa terjalin untuk mengembangkan ekonomi untuk kedua negara.
“Kita berharap bisa mendatangkan kerjasama-kerjasama dengan pemerintah Lombok NTB, entah itu dari perdagangan atau pertukaran informasi, atau mengirimkan bantuan ke Palestina,” imbuhnya.
Disisi lain, Kepala Dinas Perdagang Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, dari kunjungan Dubes Palestina ke NTB Mall sebagai contoh untuk mereka. Dimana ketika kondisi negara mereka sudah kondusif, ada satu gerai yang bisa menampung untuk memasarkan produk-produk UMKM Palestina seperti di NTB.
“Suatu saat seperti ini (NTB Mall) ada di mereka, kami ingin membangun seperti ini ada di Palestina. Jadi bagaimana mengembangkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Apalagi dalam pengembangan NTB Mall sendiri ada keterlibatan pemerintah, mulai dari produksi hingga pemasarannya. Hal ini lah yang ingin dicontoh oleh Palestina, dimana untuk menggerakan ekonomi masyarakat harus keterlibatan dan intervensi pemerintah. Artinya tidak bisa UMKM itu berjalan sendiri dalam mengembangkan usaha mereka.
“Beliau berharap suatu saat membangun seperti ini, untuk produk-produk lokal. Selama ini beliau taunya mall-mall itu brand-brand luar negeri, dan dia baru tahu kalau di NTB mallnya produk lokal. Kita juga bangga bisa menginspirasi saudara kita disana,” demikian ditegaskan.(MYG)



