Target Luas Tanam Padi di Lombok Tengah Susut 50 Persen

Lombok (netlombok)-
Tahun 2023 ini target luas tanam padi berkurang di Kabupaten Loteng. Yang semula 50 ribu hektare (ha) luas tanam padi ketika musim hujan kini mencapai 25 ribu ha pada musim kemarau pertama tahun 2023.
“Saat kemarau basah ini atau masa tanam kedua targetnya 25 ribu hektare,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Loteng Taufikurahman, Minggu (5/3/2023).
Ia menjelaskan, luas tanam pada musim tanam kedua ini berkurang karena tidak semua petani menanam padi. Mereka juga menanam palawija seperti jagung dan kedelai serta cabai, tomat dan tembakau.
“Saat musim hujan semua tanam padi. Tapi saat kemarau basah ini tidak semua, karena kondisi ketersediaan air di wilayah yang kering, jadi mereka menanam palawija,” tambahnya.
Dikatakan, pola tanam di Lombok Tengah adalah padi, padi, palawija. Namun tidak semua daerah bisa menanam padi dua kali, seperti di Lombok Tengah bagian selatan. Disana petani hanya menanam padi satu kali, baru palawija.
“Kalau wilayah tengah ke utara yang dekat dengan sumber mata air bisa tanam padi saat kemarau basah ini,” kata Arman akrab disapa.
Menyinggung harga gabah, Arman akui cukup menguntungkan para petani, karena mencapai Rp 550 ribu per kuintal. Sedangkan produksi pertanian di Lombok Tengah pada musim tanam pertama ini mencapai 5,5 ton per hektare.
“Produksi padi kita bisa mencapai 250 ton sekali tanam dengan luas tanam 50 ribu hektare dan target dalam setahun 400 ton dengan dua kali tanam,” katanya.
Ia mengatakan, stok kebutuhan pangan khusus beras di Lombok Tengah dipastikan aman, karena para petani juga telah banyak yang panen pada musim tanam saat ini.
“Stok beras masih aman untuk kebutuhan masyarakat Lombok Tengah,” tandas Arman. (NHM)



