Diduga Kelelahan Saat Pemilu, Seorang Anggota KPPS di Lombok Barat Meninggal Dunia
Mataram (netlombok)-
Seorang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Desa Sesela Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat (NTB), meninggal dunia, diduga akibat kelelahan, korban sempat dibawa ke puskesmas, namun nyawanya tidak tertolong.
Suasana duka menyelimuti rumah kediaman Farizal, di desa Sesela Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat, bahkan ibu korban Jumainiati tidak bisa menahan rasa kesedihan, tidak menyangka anak kedua yang merupakan tulang punggung keluarga, sudah meninggalkannya untuk selama-lamanya.
Jumainiati menuturkan, ia melihat mukan putranya pucat, setelah pulang dari perhitungan surat suara di TPS tempat ia bertugas pada pukul 05.00 Wita, kemudian korban beristirahat sebentar.
“Dia pulang selesai shalat subuh, dia tidur sebentar bangun-bangun saya lihat mukanya sudah pucat karena kelelahan pulang setelah dari KPPS itu, saya tawarkan untuk dibelikan sarapan, selesai sarapan dia tidur lagi,” ungkapnya.
Beberapa hari kemudian, korban mengalami demam dan batuk, sehingga badan mulai lemas dan keluarga langsung membawa korban menggunakan sepeda motor pada pukul 01.00 Wita menuju puskesmas Gunung Sari.
“Dia demam dan batuk setelah selesaikan tugas jadi KPPS itu, terus saya beliin obat di warung-warung, saya mau bawa ke puskesmas tapi dia tidak mau, kemarin malam saya bawa ke puskesmas jam 01.30 Wita gunakan sepeda motor, di perjalanan dia sudah mulai lemas,” ujarnya.
Lebih lanjut Jumainiati menyatakan, setelah di puskesmas kondisi korban terus menurun, sehingga harus dirujuk ke rumah sakit provinsi, namun naas,karena kurang cepat, sehingga nyawa korban tidak dapat pertolongan.
“Sempat mau di rujuk ke rumah sakit provinsi, namun tidak ada respon dari rumah sakit, dan lama dia menunggu di puskesmas dan akhirnya dia meninggal di sana,” ucapnya.
Sementara itu adik korban Husdianto mengatakan saat ia membawa kakaknya itu, dalam kondisi lemas, karena lama menunggu rujukan ke rumah sakit, sehingga kakaknya meninggal dunia.
“Pas saya bawa ke puskesmas itu dia keadaan lemas, sampai di puskesmas tunggu rujukan ke rumah sakit provinsi, tapi nunggunya lama jadi tidak bisa akhirnya meninggal di tempat,,” tuturnya.
Selain itu, korban sudah sering menjadi petugas KPPS pada saat pemilu ataupun saat Pilkada, karena korban diketahui sebagai ketua RT di kampung.
“Dia sering jadi anggota KPPS setiap ada pemilu dan pilkada karena dia RT ,” pungkasnya.
Jenazah Farizal langsung di kebumikan di tempat pemakaman umum di kampungnya.(Moh)



