Pariwisata

Konstruksi Kereta Gantung di Gunung Rinjani Segara Dibangun

Lombok (netlombok)-

Progres pembangunan mega proyek kereta gantung Rinjani di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah memasuki tahap konstruksi. Saat ini investor asal China tengah mempersiapkan Renacana Kerja Usaha (RKU), agar segera membuat Amdal.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Muhammad Rum mengatakan investor kereta gantung masih tahap mempersiapkan penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Menyusul mempersiapkan untuk pembangunan konstruksi.

“Tinggal dokumen proposal yang namanya Rencana Kerja Usaha (RKU) periode 10 tahun kedepan. Ini yang lagi mereka garap,” ujar Muhammad Rum, Rabu (1/3/2023).

Penyusunan Amdal akan mulai dilakukan investor, setelah disahkannya RKU periode 10 tahun ke depan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Amdal paling cepat 3 – 4 bulan.

“Ketika Amdal selesai, baru mereka bisa konstruksi. Yang kemarin itu adalah soft grounbreaking,” terangnya.

Diakui memang biasanya dimana-mana groundbreaking langsung konstruksi. Para investor sudah mengantongi Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) sehingga hanya dilakukan soft groundbreaking saja saat itu.

“Tetapi karena ini project agak besar, maka perlu Amdal. Dengan Amdal inilah mereka bisa bangun konstruksi kereta gantung,” ujarnya.

Soft groundbreaking pembangunan kereta gantung Rinjani pada 18 Desember 2022 lalu, sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat bahwa di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, akan dibangun kereta gantung. Sehingga, masyarakat mempersiapkan diri baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan melihat peluang-peluang usaha ke depannya.

“Kita dari awal memberitahu semua orang bahwa di sini akan dibangun suatu proyek kereta gantung. Minimal masyarakat siap-siap, SDM dan tempat usaha apa di situ. Ketika ini jadi mereka sudah siap menyesuaikan dengan kondisi investasi di sana,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTB Ridwan Syah mengatakan pemerintah provinsi (pemprov) NTB bakal melakukan pelebaran jalan di kawasan Karang Sidemen, Lombok Tengah sepanjang tujuh kilometer. Pelebaran jalan ini dilakukan untuk mendukung sekitar kawasan, karena adanya pembangunan kereta gantung Rinjani, bahkan sudah dilakukan ground breaking pada Desember 2022 lalu.

“Rencana pelebaran jalan ini ada dua usulan. Pertama, peningkatan status jalan kabupaten menjadi jalan provinsi dan kedua pelebaran jalan dari pintu gerbang ke atas,” ujarnya. (DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button