HeadlineNews

Kebakaran Gunung Rinjani Meluas Jadi 135 Hektar

Lombok (netlombok) –

Kebakaran di jalur pendakian gunung Rinjani terus meluas, petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencatat ada spot-spot baru, ditemukan yakni resort Aiq Berik berada di desa Aik Bual dan di resort Desa Jobel yang berada di jalur pendakian dari Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat.

“Di tanggal 6 Agustus ada spot-spot baru di seputaran Aik Berik, tapi lokasinya di desa Aik Bual, ada dua spot dan ada lagi spot di Resort desa Jobel  beda pegunungan itu yang lagi ditangani sekarang,” ungkap Kabid Tatu Usaha TNGR, Teguh Rianto. Senin (7/8/2023).

Lebih lanjut Teguh menerangkan, bahwa titik api yang berada di Kawasan pendakian gunung rinjani, mulai hari Jumat (4/8/2023) hingga hari Minggu (6/8/2023) yang awalnya hanya 75 hektar kini meningkat menjadi 135 hektar lahan yang terbakar.

“Perkiraan luasan masih kita masih menunggu konfirmasi, secara total mulai tanggal 4 sampai tanggal 6 itu 135 hektar yang sudah terbakar, Jika dari hari pertama 75 hektar ke 135 hektar bisa dibilang setengahnya atau sekitar 10 persen,” terangnya.

Hingga saat ini, petugas dari TNGR bersama Polres Lombok Tengah, masih melakukan olah tempat kejadian perkara, untuk mengungkap penyebab kebakaran lahan gunung rinjani tersebut.

“Untuk penyebab masih kita cari karena masih olah TKP, ada 7 orang dari polres Lombok Tengah melakukan olah TKP,” tegasnya.

Ditambahkan Teguh, tingkat keramaian di jalur pendakian yang terbakar yakni air Berik dan Jobel, cenderung masih sepi, jika dibandingkan jalur pendakian di jalur Sembalun dan Senaru yang cukup ramai. Sehingga pihkanay berencana akan menutup sementara jalur pendakian yang terbakar.

“Kita rencana akan menutup setelah ini kita akan melakukan press rilis dulu untuk menutup di dua jalur itu, kebetulan juga secara keramaian tidak terlalu jika dibandingkan jalur sembalun dan senaru masih dibawah keramaian,” jelasnya.

Sementara itu, Teguh menghimbau kepada para pendaki, agar selalu menjaga kebersihan, tidak meninggalkan bara api saat camping atau membuat potong rokok sembarangan, untuk menghindari kebakaran, terlebih lahan di gunung rinjani mulai kering, sehingga sangat mudah terbakar.

“Untuk pendaki dimohon menjaga apinya, karena lahan bakarnay apalagi rumput-rumput di jalur pendakian sudah tinggi, kalau tetebatu terbakar terakhir tahun 2019, jadi dimohon kepada para pendaki agar mengelola perapinya dikelola dengan baik saat campingnya jangan meninggalkan bara setelah perapian,” pungkasnya.(MDE)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button