Balai Besar POM di Mataram dan BNNP NTB Perkuat Sinergi Pencegahan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu

Mataram (netlombok.com)-Balai Besar POM di Mataram melaksanakan kegiatan koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat (BNNP NTB) sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pengawasan dan pencegahan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) di wilayah Nusa Tenggara Barat. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk mempererat kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), sekaligus memperkuat pertukaran informasi terkait tren dan kasus penyalahgunaan OOT yang berkembang di masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua instansi membahas berbagai strategi pencegahan yang dapat dilaksanakan secara terpadu, antara lain melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada pelajar, mahasiswa, komunitas, serta kelompok masyarakat lainnya yang berpotensi terpapar penyalahgunaan obat. Selain itu, dilakukan pula pertukaran informasi mengenai pola peredaran dan penyalahgunaan OOT sebagai dasar dalam penyusunan langkah pengawasan dan intervensi yang lebih efektif dan tepat sasaran. Kedua pihak juga membuka peluang pelaksanaan operasi bersama dalam rangka pengawasan dan penindakan terhadap peredaran obat yang disalahgunakan.
Kepala Balai Besar POM di Mataram, Yogi Abaso Mataram, menyampaikan bahwa penyalahgunaan obat-obatan tertentu seperti tramadol, triheksifenidil, dan dekstrometorfan masih menjadi perhatian bersama karena masih ditemukan di berbagai wilayah. Menurutnya, penguatan edukasi kepada masyarakat serta peningkatan pengawasan terhadap peredaran obat perlu terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol. Marjuki, S.I.K., M.Si., menyampaikan apresiasi atas inisiatif koordinasi yang dilakukan oleh Balai Besar POM di Mataram. Ia menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan obat, termasuk menyikapi isu peredaran rokok elektrik yang diduga mengandung narkotika. Menurutnya, kolaborasi melalui kegiatan KIE, pengawasan peredaran obat, pertukaran data dan informasi, serta pelaksanaan kegiatan bersama akan semakin memperkuat langkah-langkah pencegahan di daerah.
Melalui kegiatan koordinasi ini, diharapkan kerja sama antara Balai Besar POM di Mataram dan BNNP NTB semakin erat, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi perlindungan masyarakat. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan OOT, memperkuat sistem pengawasan, serta melindungi generasi muda dari risiko penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Nusa Tenggara Barat.(red)



