Ini Ketentuan Dapat Subsidi Motor Listrik “Gesit”

Lombok (netlombok)-
Penjualan motor listrik di Provinsi NTB diproyeksi akan terdongkrak signifikan. Setelah pemerintah memastikan memberikan subsidi pembelian motor listrik hingga Rp7 juta.
Setiawan Sutanto, Direktur CV. Imamo Rajawali, Main Dealer motor listrik “Gesit” di Provinsi NTB mengatakan, sejak menyeruaknya informasi pemberian subsidi untuk motor listrik, masyarakat langsung merespon dengan menunggu kebijakan tersebut benar-benar diberlakukan.
“Informasinya kan Maret 2023 ini diberlakukan. Kita belum pasti juga apakah itu benar-benar diberlakukan atau tidak. Tapi masyarakat langsung wait and see,” katanya ditemui di main dealernya di komplek pertokoan Bertais, Kota Mataram, Kamis (9/3/2023).
Sejak munculnya informasi subsidi motor listrik ini, penjualan motor listrik Gesit di NTB yang tadinya sampai 10 unit sebulan, turun drastis menjadi 1 unit, sampai 2 unit sebulan.
Setiawan mengatakan, masyarakat nampaknya menunggu subsidi sebesar Rp7 juta (30 persen) dari harga motor listrik.
“Karena lumayan, Rp7 juta dapat subsidi. Makanya sejak akhir tahun 2022, penjualan Gesit di NTB 1 unit, 2 unit sebulan. Masih nunggu subsidi motor listrik benar-benar diberlakukan pemerintah,” katanya.
Jika subsidi motor listrik sudah berlaku, Setiawan menegaskan, target penjualannya optimis sampai 30an unit laku dalam sebulan di NTB.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, konsumen yang akan mendapatkan subsidi Rp7 juta ini kriterianya akan diverfikasi melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Terlebih dahulu diajukan rencana pembelian dengan menyerahkan uang muka Rp500 ribu.
“Setalah setor DP. Nunggu dulu, diverifikasi NIKnya, untuk memastikan layak atau tidaknya. Kalau hasil verifikasi di pusat layak dapat, ya dikasi. Kalau tidak layak, ya tidak bisa. Tetap beli normal,” demikian Setiawan.
Gesit hadir di NTB sejak tahun 2021 lalu. Permintaan masyarakat terus meningkat. Pemasarannya dilakukan tidak saja di Kota Mataram. Di Praya Lombok Tengah, di Selong Lombok Timur. Hingga ke Kabupaten Sumbawa untuk Pulau Sumbawa.
Gesit adalah salah satu dari tiga merk motor listrik yang ditetapkan oleh pemerintah untuk mendapatkan subsidi. Karena Gesit selain diproduksi oleh anak perusahaan WIKA (PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi). Dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) diatas 40 persen.
Gesit saat ini digunakan sebagai motor operasional di lingkup PLN, ITDC, Telkom. Dan proyek-proyek fisik yang dibangun di NTB, didalamnya menggunakan motor listrik Gesit sebagai kendaraan operasional karyawan.
Menurut Setiawan, Gesit adalah salah satu kendaraan listrik masa depan. Ditengah upaya pemerintah untuk mengurangi gas karbon.
Selain ramah, biaya operasionalnya sangat efisien. Hanya dengan Rp2.380 dalam sekali pengisian baterai, jarak tempuhnya sampai 50 Km.
Jauh lebih irit dibanding kendaraan menggunakan BBM. Kapasitas muatan 150 Kg atau 2 orang. harga satu unit Gesit saat ini Rp30,5 juta.(DLN)



