Headline

Rencana Penghapusan Balap WSBK, Pemprov Minta Belanja untuk Mandalika Diaudit

Lombok (netlombok)-

Rencana penghapusan event balapan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika oleh pengelola akan mempengaruhi investasi di NTB dan sangat merugikan bagi daerah.

“Sangat merugikan NTB, karena ada kesan bahwa investasi di NTB tidak kembali modal dan segala macam. Padahal ini semacam tata kelola yang tidak pas dilakukan teman-teman (pengelola Mandalika) disana,” ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Muhammad Rum, Senin (19/6/2023).

Menurutnya, kondisi ini ada miskomunikasi sehingga tidak bisa dikatakan akibat event tersebut maka Mandalika merugi. Justru denganya event-event menjadi pemancing agar daerah NTB mendunia.

“Anggaplah ini biaya promosi. Biaya iklan, wajar dong kita keluarkan duit untuk itu. Justru sekarang yang perlu, kita audit ini pembangunan sirkuit yang memakan Rp1,2 triliun, itu kan belum diaudit. Jangan gara-gara itu investasi disana yang disalahkan eventnya,” ucapnya.

Menurutnya, sejak adanya Sirkuit Mandalika banyak investor-investor yang berminat berinvestasi di NTB. Karena potensinya ada event dunia tersebut, tidak hanya MotoGP tetapi WSBK juga. Hal itu yang menjadi daya tarik investor melirik investasi di NTB. Bahkan lebih banyak melihat potensi-potensi investasi lainnya di NTB. Tidak hanya berpusat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok Tengah. Tetapi hingga ke Sumbawa.

“Memang mungkin dia (penyelenggara,red) berfikirnya jangan hanya mendatangkan untung secara langsung di dalam lingkar KEK itu. Tapi dampak ditempat lain, dampaknya mungkin di Sumbawa. Kan orang belum kenal NTB dengan adanya event itu orang bisa mengenal NTB,” jelasnya.

Untuk itu harusnya ada inovasi yang dilakukan oleh penyelenggara, apalagi suda berinvestasi besar di Sirkuit Mandalika. Maka harus ada inovasi oleh yang memiliki hak untuk mengelola sirkuit itu, salah satunya dengan membuat event tambahan agar bisa mendatangkan pemasukan lain.

“Jangan hanya mengandalkan WSBK atau motoGP, ada yang lain. Makanya harusnya sekarang pihak pengelola, berkeatifitas inovasi bagaimana untuk menutupi sesegara mungkin break event point terhadap investasi yang telah ditanamkan itu. Dan ini tidak bisa satu dua tahun,” bebernya.

Sebelumnya,  InJourney dalam rapat bersama komisi VI pada rabu (14/6) kemarin mengajukan permohonan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp1,193 Triliun dari alokasi cadangan pembiayaan investasi APBN 2023.

Dimana untuk membayar utangnya dengan total Rp4,6 triliun. Utang itu terbagi dalam dua termin pembayaran, jangka pendek sebesar Rp1,2 triliun dan jangka panjang Rp3,4 triliun. Dimana pengajuan pernyertaan modal tersebut telah disetuji oleh DPR RI. (MYG)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button