KriminalNewsPolitik

Cegah Tindakan Tidak Sesuai UU dengan Deteksi Permasalahan Sejak Dini

Kota Mataram (netlombok.com) –

Koordinasi dengan tokoh masyarakat hingga organisasi sosial kemasyarakatan (ormas) penting dilakukan secara berkelanjutan. Begitu juga sinergitas antara pemerintah daerah dan jajaran TNI/Polri harus terus dibangun dan ditingkatkan. Hal ini penting dilakukan dalam upaya mendeteksi berbagai permasalahan yang muncul sejak dini.

‘’Sinergitas antara TNI – Polri bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bersama tokoh agama tokoh masyarakat dan organisasi-organisasi sosial yang lain ormas-ormal itu terus kita lakukan. Termasuk bagaimana kita bersinergi terkait dengan mengatasi deteksi dini permasalahan-permasalahan yang kemungkinan akan timbul,’’ ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB H. Ruslan Abdul Gani, S.H., M.H., di Pendopo Gubernur NTB, Jumat 9 Juni 2023.

Untuk itu, ujarnya, pihaknya bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menggelar rapat koordinasi di Bima pekan kemarin. Menurutnya, ada beberapa item rekomendasi yang harus dilaksanakan bersama, seperti penguatan kelembagaan.

‘’Selain itu,  Bagaimana kemudian memaksimalkan jejaring-jejaring itu yang kemudian bagaimana koordinasi sosialisasi kepada organisasi kemasyarakatan yang ada,’’ tambahnya.

Tidak hanya itu, dilanjutkan dengan pertemuan di salah satu hotel di Kota Mataram yang digelar Kementerian Agama. Ada beberapa tema yang dibahas, terutama, dalam menangkal dan mengantisipasi aliran-aliran yang menyimpang.

Diakuinya, masyarakat banyak yang tidak tahu salah satu organisasi yang diikutinya menyimpang, karena sumber daya manusianya masih kurang informasi. ‘’Sehingga itu yang harus kita sentuh. Itu kita berikan pemahaman yang benar sesuai dengan tugas fungsi dan masing-masing,’’ terangnya.

Untuk itu peranan banyak pihak dalam memberikan pemahaman ini sangat penting, seperti dari Kementerian Agama, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan lainnya. Meski demikian, ujarnya, hal yang penting bagaimana pemberdayaan ekonominya itu yang harus disentuh.

Disinggung rakor yang digelar di Bima terkait penangkapan terduga teroris oleh Densus 88, mantan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah ini membantahnya. Menurutnya, pihaknya tetap akan memberikan pemahaman kepada masyarakat  aliran-aliran menyimpang dan sejenisnya agar tidak melakukan tindakan yang membahayakan banyak pihak. (IMB)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button