Ekonomi

Kinerja Ekspor NTB Pada Maret 2023 Anjlok

Lombok (netlombok)-

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat kinerja ekspor dan impor NTB pada Maret 2023 turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Kepala BPS NTB Wahyudin menyebut nilai ekspor pada Maret 2023 sebesar US$ 149,44 Juta, mengalami penurunan sebesar 10,80 persen dibandingkan dengan ekspor Bulan Februari 2023 sebesar US$ 168, 53 juta.

“Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022. Nilai ekspor NTB periode Maret 2023 mengalami penurunan sebesar 29,54 persen. Dimana tercatat nilai ekspor NTB pada Februari 2022 sebesar US$ 212.100 juta,” Katanya dalam press rilis BPS yang diselenggarakan di Kantor BPS, Kemarin

Wahyudin mengatakan penurunan nilai ekspor NTB disebabkan karena menurunnya nilai ekapor dari komoditi tambang no migas atau biji logam.Tahun ini barang galian/tambang non migas dikirim sebesar 98,04 persen atau sekitar US$ 146.511.546 dari sebelumnya sebesar US$ 165,83 juta. Terbanyak dikirim ke India, Jepang, Cina dan lain-lain.

“Tapi kita komoditas non tambang, ekspor kita mengalami peningkatan di Bulan Maret. Dari US$1,70 juta menjadi US$ 2,9 juta. Kenaikannya mencapai 72,24 persen,” ujarnya

Berikutnya komoditi perhiasan/permata sebesar 0,80 persen atau US$ 1.199.842. Ditujukan ke negara Australia, Jepang, Hongkong, dan lain-lain. Sedangkan komoditas lainnya yakni ikan dan udang sebesar US$ 646.523 atau 0,43 persen. Ditujukan ke Amerika Serikat, Poerto Rico, Vietnam.

Selanjutnya garam, belerang, kapur sebesar US$ 466.059 atau 0,31 persen. Banyak dikirim ke Cina, Korea Selatan, Vietnam, dan Thailand. Biji-bijian berminyak sebesar US$ 424.690 atau 0,28 persen serta kopi, teh, rempah-rempah sebesar US$ 166.513 sekitar 0,11 persen.

“Secara total nilai ekspor NTB Bulan Maret 2023 yang terbesar ditujukan ke India sebesar 47,89 persen, disusul Cina sebesar 25,61 persen kemudian Jepang yaitu sebesar 25,36 persen,” bebernya

Wahyudin berharap penambahan nilai ekspor non migas ini yang semakin meningkat. Baik itu dari hasil perkebunan maupun terkait dengan hasil perikanan. Seperti komoditi biji pala, lada hitam,udang, tuna dan lobster. Mestinya lebih dikembangkan untuk dieskpor. Sehingga NTB tidak lagi tergantung pada komoditas tambang.

Disisi lain nilai impor NTB pada Maret 2023 sebesar US$ 25,98 Juta. Ini berarti impor mengalami kenaikan sebesar 37,71 persen dibandingkan dengan impor Bulan Februari 2023 sebesar US$ 18,86 Juta. Kelompok komoditas impor dengan nilai terbesar pada Bulan Maret 2023 adalah mesin-mesin / pesawat mekanik, karet dan barang dari karet, mesin, peralatan listik dan serta bahan peledak.

“Impor Bulan Maret 2023 lebih didominasi dari negara Cina sekitar 46,76 persen, Jepang 24,60 persen, Amerika Serikat 10,14 persen dan lainnya negara lainnya sekitar 8,50 persen. (DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button