Batik Gembok, Batik Lombok Hasil Karya Penghuni Lapas Kelas II Mataram

Lombok (netlombok)-
Berbagai keterampilan untuk bebas dari penjara terus diberikan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II Mataram kepada warga binaan, salah satu yang paling di gemari oleh para napi adalah keterampilan membatik. Selasa (2/5/2023).

Sebanyak 20 orang warga binaan, di Lapas Pemasyarakatan Kelas II Mataram menekuni membatik dan sudah membuat berbagai macam motif khas Lombok Nusa Tenggara Barat.
Salah seorang napi dalam kasus penggelapan Ardiansyah mengatakan sebelum tersandung kasus hukum, ia seorang desainer di salah satu rumah industri kreatif, namun membatik di lapas dinilai lebih sulit karena menggunakan tangan dan kreatifitas tanpa bantuan teknologi.
“Berbeda jauh, karena di membantik ini semuanya buatan tangan (Handmade) kalau di industri kreatif dulu kita dibantu dengan teknologi yang mempermudah dalam membuat desain, tetapi disini murni handmade mulai dari membuat desain hingga menjiplak ke kain,”ungkapnya.
Lebih lanjut Ardiansyah mengaku, ia dan teman-teman napi lainnya diberikan pelatihan selama dua minggu dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Mataram, mulai dari membuat pola, mencanting hingga pemberian warna.
“Kemarin kita belajar dua minggu saja untuk membatik ini, mulai dari mencanting, teknis mewarnai hingga memblok menjadikan bahan kain ini, sekitar dua minggu,” ujarnya.
Lanjut Ardiansyah, dalam membatik memiliki Teknik kesulitan di dalam setiap motif, seperti proses mencanting yang dinilai yang paling sulit dilakukan, jika salah maka proses pembatikan bisa gagal.
“Kita di utama ini pada saat proses mencanting yang paling sulit, karena kalau susah dasar mencanting putus, maka proses pewarnaanya tidak jadi,” ucapnya.
Selama membatik yang sudah ditekuni selama tiga bulan, para napi sudah membuat 40 motif khas Lombok, bermotif rumah adat sasak Lombok yakni Lumbung, peresean, Malean Sapi (Balap Sapi), Kangkung, Terumbu Karang dan Mayung (Rusa) merupakan lambang dari NTB.
Sementara itu, kepala Lapas Kelas II Mataram, Ketut Akbar Herry Achjar mengatakan awalnya lapas kelas II Mataram hanya memberikan satu keterampilan yakni kerajinan Cukli, dan sekarang membuat program unggulan membatik dengan diberi nama batik Gembok (Generasi Membatik Lombok) dengan memfokuskan motif dari NTB.
“Sekarang kita ada program unggulan yang kita beri nama dengan batik Gembok, berkat kerjasama dengan SMK 5 Mataram dengan tiga produk dengan berbagai macam motif khas NTB, karena batikini muculnya di Lombok,”ucapnya.
Selain itu, ia memberikan pelatihan membatik kepada napi, karena melihat di Lombok budaya membatik sangat sedikit, dan melihat peluang tersebut, lapas bergerak memberikan pelatihan membatik kepada napi.
“Saya melihat di lombok sangat sedikit memproduksi batik, peluang itu yang kita ambil untuk berperan di sektor pariwisata yang ada di Lombok, alhamdulillah dari semangat warga binaan kami yang sebelumnya berprofesi sebagai pelukis dan mentato dan yang lainnya nol tidak memiliki skil membatik,” ujarnya.
Napi yang membatik jumlahnya 20 orang itu, bisa menghasilkan berbagai macam motif, dan sudah mulai dilirik oleh pengusaha swasta bahkan wisatawan asal china juga sudah memesan batik hasil buatan napi.
“Kemari ada wisatawan yang datang setelah mendapat informasi di lapas membuat batik, alhamdulillah satu grup sudah memesan 40 batik dari perusahan batik kami, dan sekalian langsung di jahitkan, batik kit aini batik pola, simple namun setelah dijahit menjadi ful,” jelasnya.
Lebih lanjut Akbar menegaskan, dalam dua hari para napi bisa menghasilkan dua produk batik yang sudah jadi, untuk harga, batik buatan napi ini berkisar di atas Rp. 700.000, per pcs yang masih menjadi kain, kalau sudah jadi baju harganya sampai satu juta rupiah.(DLN)



