News

JCH NTB Masuk Asrama Haji Pada 6 Juni 2023 Mendatang

Lombok (netlombok)-

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB sedang mempersiapkan keberangkatan jemaah calon haji (JCH) tahun 2023 ini. Kuota haji untuk provinsi NTB musim haji tahun ini sebanyak 4.499 jemaah. Namun ada alokasi tambahan sebanyak 163 jemaah dari Kemenag RI sehingga total sebanyak 4.662 JCH asal NTB.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB H. Zamroni Aziz mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan persiapan para JCH asal NTB yakni melakukan manasik haji selama dua hari disemua kabupaten/kota se-NTB. Selanjutnya, kegiatan manasik haji lanjutan akan berlangsung sebanyak delapan kali di tingkat kecamatan.

“Jadi sekarang ini kami sedang berkoordinasi dengan stakeholder, termasuk dengan Pemda, Kantor Imigrasi, dan Kepolisian bagaimana agar pelaksanaan ibadah haji tahun 2023 ini bisa berjalan dengan baik,  karena ini kuotanya normal setelah Covid-19,” kata Zamroni Aziz kepada wartawan di Mataram kemarin.

Pemberangkatan jemaah haji asal NTB akan terbagi menjadi 12 Kelompok Terbang (Kloter) utuh. Tidak lagi ada kloter campuran seperti konsep awal sebelum adanya penambahan kuota yang telah diberikan oleh Kemenag RI.

“Dalam setiap kloter ini termasuk petugas di dalamnya. Petugas itu mencakup ketua kloter, pembimbing ibadah, satu orang dokter dan dua orang perawat. Ditambah PHD yang direkomendasikan oleh gubernur, bupati dan walikota yang direkrut dengan tes,”tambah Zamroni sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan, JCH NTB akan mulai datang ke Asrama Haji pada tanggal 6 Juni mendatang. Sehingga pemberangkatan kloter pertama mulai tanggal 7 Juni 2023.

“Kami sedang menunggu jadwal penerbangan. Yang jelas tanggal 6 Juni itu jemaah masuk Asrama Haji, apakah pagi, siang atau sore nanti kita akan tunggu flight dari Garuda Indonesia,”jelasnya.

Terkait dengan kondisi kesehatan JCH, dokter dan para perawat sudah mulai memantau kesehatan setiap jemaah. Bahkan pada saat kegiatan manasik haji di tingkat kabupaten/kota hingga di tingkat kecamatan nanti, mereka ikut melakukan pendampingan.

“Ini untuk mengenal lebih dalam kondisi jemaah yang ada,” tambahnya.

Adapun jemaah yang masuk kategori lansia dengan usia 65 tahun ke atas di NTB sebanyak 225 JCH atau 5 persen dari seluruh jemaah. Pihaknya benar-benar akan memberikan atensi yang besar terhadap JCH lansia ini, terlebih jargon penyelenggaraan haji pada tahun ini yaitu “Haji yang Berkeadilan dan Ramah Lansia”.

Seperti diketahui, tahun ini JCH tertua asal NTB atas nama Muhammad Jinambar dari Langko Daye Lingsar Lombok Barat dengan usia 102 tahun. Sementara JCH termuda usia 18 tahun atas nama Anisya Umiturahmania asal Pejarakan Karya Kota Mataram.(YFA).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button