Headline

Dekan FEB UNRAM : Momentum Lebaran dan Tahun Politik Bisa Mendongkrak Ekonomi NTB

Lombok (netlombok)-

Pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat diyakini menuju tren yang makin positif. Seiring dengan membaiknya indikator-indikator ekonomi.

Tidak adanya pembatasan kegiatan pada momentum lebaran Idul Fitri 1444H/2023. Ditambah lagi momentum tahun politik yang turut mendorong perputaran uang.

Bank Indonesia Provinsi NTB memproyeksikan perputaran uang selama ramadhan dan lebaran tahun ini lebih dari Rp3 triliun. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, Dr. Ihsan Rois mengatakan, libur panjang lebaran tahun 2023 ini menjadi stimulus menggairahkan kembali perekonomian masyarakat.

Aktifitas orang saat lebaran ini cukup padat. Di jalan-jalan, di tempat wisata, bisa dijumpai banyaknya orang yang tumpah merayakan kebahagiaan.

Belum lagi menghitung padatnya pusat-pusat perbelanjaan sebelum lebaran. Mudik tidak lagi di batasi. Sehingga uang-uang yang dibawa dari kota terdistribusi hingga ke kampung-kampung.

“Jalanan kita lihat padat, tempat wisata kita lihat padat. Sana sini orang bagi hol (THR). Tahun-tahun sebelumnya saat COVID-19, kita tidak menjumpainya seperti ini. Ini menjadi indikator-indikator yang sangat positif untuk pertumbuhan ekonomi kita khususnya di NTB. Setidaknya, target pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa tercapai,” demikian Dr. Ihsan Rois optimis.

Produktifitas dan aktivitas orang pada momentum lebaran tahun ini dilihat cukup bergairah. Tidak ada lagi larangan-larangan dan pembatasan kegiatan orang oleh pemerintah. hal inilah yang mendorong pergerakan aktifitas ekonomi.

“Nah, kita sama-sama berharap, jangan sampai kondisi seperti ini bisa terganggu lagi. Semoga tidak ada bencana lagi. Kondisi ini harus dijaga sebaik-baiknya. Keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap dijaga agar investor meyakini dan tertarik masuk berinvestasi lagi di NTB kedepannya. Kalau sudah dilihat aman dan kondusif, ini juga jadi sinyal positif bagi investor,” imbuhnya.

Kemiskinan, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi menurutnya sudah dijaga cukup baik dan dapat dikenalikdan oleh pemerintah. artinya, makro ekonomi sudah menunjukkan hal yang positif, tidak lagi menunjukkan hal yang negative.

Momentum besar yang saat ini tengah berlangsung adalah aktifitas politik. Tahun politik menuju 2024, dimana rakyat Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi untuk memilih presiden, kepala daerah, dan anggota legislative.

Bagi Dr. Ihsan Rois, kegiatan politik yang dilakukan oleh para kandidat di momentum lebaran ini juga akan berdampak besar terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Kegiatan bagi-bagi sembako, paket-paket bantuan sosial mulai banyak dilihat terdistribusi jelang lebaran Idul Fitri tahun 2023 ini.

“Varibel-variabel untuk menunjang perekonomian naik itu kan banyak, salah satunya kan ongkos politik yang secara bersamaan digelontorkan kepada masyarakat pada saat lebaran ini. orang sudah mulai mencari perhatian, mencari simpati, mesin-mesin politik sudah bergerak, mesin ekonomi sudah pasti bergerak,” imbuhnya.

Karena itu, Dr. Ihsan Rois menegaskan kembali untuk menjaga momentum ini dengan memastikan jaminanan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Dalam teori ekonomi, masalah ekonomi dititik beratkan pada dua hal.

Pertama, masalah jangka pendek dan jangka panjang. Masalah jangka pendek ini adalah soal stabilitas ekonomi. Jika stabilitas ekonomi dijaga, penyakit-penyakit ekonomi juga menurutnya bisa dijaga. Inflasi, neraca pembayaran, pembangunan bisa dijaga.

Kemudian kedua, masalah jangka panjang adalah kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. Jika masalah jangka pendek bisa diatasi dengan baik, otomatis, target jangka panjang juga dapat diwujudkan.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button