Pengamat Unram Peringatkan Antisipasi Kekeringan dengan Manajemen Stok
Lombok (netlombok)-
Setiap ada fenomena yang mengganggu mekanisme value chain produksi disitu pasti akan mengganggu stabilitas ekonomi. Salah satu yang berpeluang menganggu itu fenomena kekeringan.
Menurut Dr. M. Firmansyah, Pengamat Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unram, kekeringan tidak lah jauh beda dengan bencana banjir. Sama-sama sebabkan gagal panen. Pasokan produksi terhambat, ujung-ujungnya naikan harga (inflasi).
“Maka disinilah manjemen stock berperan. Pemerintah daerah dalam jangka pendek harus meyakinkan publik bahwa masih cukup stok pangan pokok sampai jangka waktu tertentu. Bisa dengan mengendalikan ekspor, atau menyiapkan pasokan dari luar,” ujarnya.
Dalam jangka panjang, lanjutnya, pemerintah perlu siapkan mekanisme subtitusi produksi berbasis tanaman lahan kering. Program subtitusi kebutuhan pokok harus kembali digalakan. Misalnya diversifikasi pangan. Bahwa makanan pokok tidak harus nasi, misalnya. Makanan tinggi karbohidrat seperti seperti jagung, singkong, ubi dan lain-lain dapat lagi dijadikan makanan pokok, ini perlu terus diedukasi.
“Ini penting untuk stabilisasi ekonomi dalam segala situasi. Khususnya menghadapi kekeringan, banjir atau bencana lainnya,” tambahnya.
Ketika gagal panen tidak saja persoalan pasokan makanan dan harga yang terhambat. Lambat laun akan berimbas kemana-mana, seperti kredit macet, suku bunga melambung tinggi, mal nutrisi atau kelaparan dan seterusnya.
Maka, upaya yang dilakukan nabi yusuf dulu menghadapi kekeringan patut dicontoh untuk disiapkan. Dengan menguatkan manajemen stok.
Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis pada level SIAGA terdapat di Kabuoaten Lombok Tengah, (Kecamatan Janapria), Kabupaten Lombok Utara yaitu di wilayah Kecamatan Bayan), Kabupaten Lombok Timur (Kecamatan Sakra Barat, Sambelia, dan Terara), Kabupaten Sumbawa (Kecamatan Batulanteh dan Lape), Kabupaten Dompu (Kecamtaan Pajo), Kabupaten Bima (Kecamatan Lambu, Madapangga, Sape, dan Wawo).
Sedangkan peringatan dini kekeringan meteorologis pada level WASPADA terdapat di Kabupaten Lombok Tengah (Kecamatan Batukliang, Praya, dan Praya Barat), Kabupaten Lombok Timur (Kecamatan Jerowaru, Keruak, Sembalun dan Sikur), Kabupaten Sumbawa (Kecamatan Alas, Labangka, Labuhan Badas, Plampang, Rhee, dan Utan), Kabupaten Dompu (Kecamatan Dompu, Huu, Kempo, dan Kilo), Kabupaten Bima (Kecamatan Bolo, Donggo, Parado, Sanggar, dan Soromandi), Kota Bima (Kecamatan Raba dan Rasanae Timur).(DLN)



