EkonomiNews

Seharusnya NTB Dapat Prioritas Layanan Penerbangan

Lombok (netlombok)-

Provinsi NTB memiliki Destinasi Super Prioritas (DSP) yaitu Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Sayang, tingginya harga tiket penerbangan ke NTB menjadi persoalan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Jamaluddin Malady mengatakan, karena NTB memiliki DSP yang sedang berkembang, maka Pemprov berharap agar bisa mendapatkan prioritas layanan penerbangan.

“Sudah kita datangi maskapai penerbangan, kita datangi Air Asia, Lion Air termasuk kita datangi InJourney bersama Gubernur. Kita DSP, sehingga seharusnya kita dapat prioritas,” kata Jamaluddin kepada Suara NTB Senin (3/7/2023).

Namun ia membeberkan beberapa alasan terbatasnya penerbangan yang melani NTB saat ini. Salah satunya yaitu banyaknya unit pesawat yang masih dalam proses perbaikan lantaran terlalu lama menganggur saat pandemi.

Meski unit pesawat masih terbatas, namun Provinsi NTB yang memiliki sejumlah agenda nasional dan internasional di tahun ini berharap ada extra flight. Tujuannya untuk menekan harga tiket penerbangan sehingga semakin banyak potensi wisatawan yang datang ke NTB.

“Misalnya setelah MXGP ini ada LIMOFF dari tanggal 7 – 9 Juli di Senggigi, kemudian ada Roadrace Mandalika Racing, Shell Eco Marathon. Kemudian dj Bulan Agustus ada Senggigi Sunset Jazz dan lainnya,” kata Jamaluddin.

Dengan terbatasnya penerbangan, harga tiket ke Lombok juga semakin tinggi. Misalnya di salah satu aplikasi penjualan tiket terlihat penerbangan Bali – Lombok pada tanggal 4 Juli 2023 harganya antara Rp 1,08 juta hingga Rp1,1 juta.

Begitu juga dari Jakarta ke Lombok di tanggal yang sama, harga tiket untuk pesawat LCC antara Rp1,3 juta hingga Rp1,5 juta. Sementara untuk penerbangan full service sebesar Rp 1,8 juta.

Di tengah keterbatasan penerbangan, wisata Lombok masih dibantu dengan adanya transportasi laut menggunakan fastboad dari Bali. Paket wisata Bali – Lombok masih mewarnai wisata di NTB, selain wisata MICE.

Sebelumnya, kalangan DPRD NTB mendorong Pemprov NTB untuk terus menjalin komunikasi dengan perusahaan maskapai penerbangan dalam rangka menambah konektifitas penerbangan menuju Lombok. Sebab penerbangan langsung menjadi salah satu syarat untuk menggairahkan pariwisata pasca-pandemi Covid-19.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTB H. Hasbullah Muis mengatakan, pemerintah diharapkan membuka jaringan seluas-luasnya ke maskapai penerbangan asing, terutama di negara-negara yang selama ini banyak berlibur ke NTB. Terlebih NTB memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang, terutama dengan hadirnya Mandalika sebagai Destinasi Super Prioritas Nasional.

“Harapan kita, bandara kita yang sudah memadai itu bisa dimaksimalkan untuk kepentingan peningkatan pariwisata kita. Termasuk juga kedepan, karena kita tahu bahwa kita punya event-event yang bersekala internasional seperti MotoGP, WSBK MXGP, dan lain sebagainya ini juga tentu menjadi salah satu alasan bagi pemerintah untuk terus mendorong agar ada penerbangan langsung dengan negara-negara lain,” kata Hasbullah Muis.

Meskipun demikian, ia menyadari bahwa dampak pandemi dan perang Rusia – Ukraina masih terasa hingga kini, terutama di bidang ekonomi dan pariwisata. Menurutnya, dunia pariwisata belum sepenuhnya bangkit, sehingga semua aspek yang berkaitan dengan wisata masih belum normal, termasuk konektifitas penerbangan yang melayani rute NTB.

“Dulu pernah ada penerbangan langsung Lombok – Australia, namun terhenti karena persoalan bisnis. Tapi kita perlu dorong kembali untuk menghidupkan rute internasional itu, terlebih banyak wisatawan asal Australia ke sini,” katanya.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button