EkonomiNews

Pemprov NTB akan Menggelar Pasar Murah Sebanyak 16 Kali di NTB

Lombok (netlombok.com)-

Pemprov NTB melalui Dinas Ketahanan Pangan akan menggelar 16 kali kegiatan pangan murah, difasilitasi Badan Pangan Nasional (Bapanas). Kegiatan pangan murah ini adalah upaya untuk menghadirkan berbagai jenis kebutuhan pangan dengan harga murah di tengah-tengah masyarakat untuk menekan inflasi.

Pangan murah pertama digelar Senin (26/6/2023) kemarin di Seganteng, Kota Mataram. Bersamaan dengan launching pangan murah secara nasional. Bekerjasama dengan Bank Indonesia, Perum Bulog, serta lintas OPD terkait lingkup Pemprov NTB. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB juga melibatkan distributor, kelompok tani (PUPM) untuk menyediakan kebutuhan dengan harga dibawah harga pasaran.

Kegiatan pangan murah ini nampak disambut antusias oleh masyarakat. Sejak dibuka, berduyun-duyun masyarakat berbelanja. Sejumlah kebutuhan pangan disediakan. Diantaranya, beras, telur, minyak goreng, gula pasir, bawang, cabai, tomat, produk lokal makanan kemasan, dan produk pangan lainnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Abdul Aziz, SH.,MH mengatakan, secara nasional, kegiatan pangan murah dilaksanakan di 300 kabupaten/kota. Hajatannya untuk pengendalian inflasi karena potensi kenaikan harga-harga pangan.

“Kenapa dilaunching sekarang, karena bersamaan dengan HKBN (Hari Besar Keagamaan Nasional), Idul Adha. Untuk pengendalian inflasi,” terang mantan Sekda Kabupaten Sumbawa Barat ini.

Bapanas memfasilitasi penyiapan lapak selama 16 kali kegiatan Pangan Murah di Provinsi NTB. Rencananya dilaksanakan 2 kali, hingga 3 kali dalam sebulan, sampai akhir tahun 2023 ini.

Berdasarkan data Bank Indonesia, pada bulan Mei 2023, Gabungan Kota di Provinsi NTB mengalami inflasi sebesar 0,16% (mtm), searah dengan prakiraan sebelumnya dan menurun dibandingkan inflasi bulan April 2023 yang sebesar 0,38% (mtm).

Penurunan inflasi pada bulan Mei 2023 terpantau sejalan dengan normalisasi permintaan masyarakat pasca HBKN dan berbagai upaya pengendalian inflasi yang secara konsisten dilakukan melalui sinergi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi NTB.

Secara tahunan, inflasi Gabungan Kota di Provinsi NTB tercatat sebesar 3,90% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan Nasional yang sebesar 4,00% (yoy). Tekanan inflasi di Provinsi NTB yang terus menurun dan kembali pada rentang sasaran inflasi Nasional 3+1% (yoy) sejalan dengan program pengendalian inflasi TPID selama ini.

“Harapannya, dengan pangan murah ini, harga-harga kebutuhan pangan tetap terkendali,” demikian Aziz.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button