Mataram (netlombok) –
Pemprov NTB melalui Dinas Perhubungan Provinsi NTB bersama stakeholdersnya terus mengkampanyekan penggunaan tiket online kepada pengguna jasa penyeberangan, khususnya di lintasan Kayangan-Poto Tano.
Pemberlakuan tiket online ini sudah dimulai sejak tanggal 11 Oktober 2023. Dalam pelaksanaannya, 95 persen lebih pengguna jasa sudah beradaptasi. Sembari terus dilakukan perbaikan-perbaikan jika masih terdapat kekurangan.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Senin (30/10/2023) kemarin mengundang seluruh stakeholders perhubungan hingga pengguna jasa untuk mendiskusikan online ticketing “ferizy”. Sekaligus meminta masukan-masukan atas penerapan tiket online untuk penyeberangan.
Dalam kesempatan itu, otoritas mendapat beberapa masukan dari pengguna jasa. Misalnya seperti disampaikan M. Ginajar, Direktur GARDA dari perusahaan ekspedisi. Menurutnya, penggunaan tiket penyeberangan online ini cukup efektif. Hanya saja, beberapa hal harus menjadi perhatian.
Misalnya, jaringan telekomunikasi harus kuat. Terutama di Pelabuhan Poto Tano Sumbawa Barat yang akan menuju Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur.
“Untuk pembelian tiket online, di Poto Tano itu kendalanya pada jaringan telekomunikasi. Bahkan dini hari kadang-kadang terganggu jaringannya. Tidak bisa beli tiket penyeberangan dengan cepat sampai menunggu jaringan telekomunikasi membaik,” ujarnya.
Selain itu, pembelian tiket secara online juga harus tepat waktu sesuai dengan jadwal penyeberangan yang tertera dalam tiket. Padahal, dalam perjalanan tidak menutup kemungkinan terjadi peristiwa tak terduga, atau disebutnya force majeure.
“Kadang-kadang ada macet dan sebagainya di jalan, telat, tiket hangus. Harusnya ada kompensasi atau apapun namanya. Supaya tidak merugikan pengguna jasa,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, H. Lalu Moh. Faozal.,S.Sos.,M.Si mengemukakan, sejak diberlakukan penerapan tiket online untuk penyeberangan Kayangan-Pototano, ada beberapa keluhan dari pengguna jasa. Namun, keluhan-keluhan tersebut diatasi. Perapan system online ini menurutnya adalah kebijakan nasional, dan sangat menggampangkan pengguna jasa.
“Tidak ada yang dipersulit, ini soal cara dan waktu saja,” katanya.
General Manager PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (ASDP) selaku pengelola pelabuhan Kayangan, Agus Joko mengemukakan, pemberlakuan kebijakan ticketing online untuk penyeberangan Kayangan-Pototano menyusul pemberlakukan kebijakan yang sama di sejumlah pelabuhan penyeberangan di Indonesia.
Pembelian tiket online ini bisa dilakukan secara online melalui https://ferizy.com/. Disana pengguna jasa akan diarahkan untuk mendaftarkan (sign in) terlebih dahulu, sebelum melakukan pembelian ticket online. Disana tertera lengkap jadwal kapal penyeberangan, tujuan, tanggal dan jam penyeberangan. Pembayaran juga bisa dilakukan secara online menggunakan m-banking, atau e-wallet.
“Setiap pembelian secara online, ada tambahannya sedikit untuk biaya bank. Sebagaimana penggunaan transaksi secara online maupun offline menggunakan jasa bank,” terangnya.
Agus Joko menambahkan, pembelian tiket penyeberangan secara online ini memudahkan pengguna jasa. Selain tidak perlu menggunakan uang cash, pembelian bisa dilakukan jauh jauh waktu sebelum pemberangkatan. Dan pembelian dapat dilakukan dimana saja.
“Apabila terindikasi perjalanan tidak memungkinkan, silahkan menghubungi 191 untuk melakukan refund, dan mengatur ulang jawal penyeberangan agar tidak tidak hangus,” imbuhnya.
Selain itu, penggunaan ticket online dalam penyeberangan ini akan meminimalisir kemungkinan-kemungkinan permainan antara pengguna jasa dengan petugas. Terdapat 28 kapal yang melayani penyeberangan Kayangan-Pototano. Kapal-kapal ini tinggal menerima penumpang masuk yang membeli tiket secara online.
Namun yang menjadi catatan ASDP Kayangan, selama dua minggu penerapan tiket online, masih terjadi penumpukan pembelian ticket di dekat pelabuhan. Disarankan kepada pengguna jasa untuk membeli ticket online agak jauh dari pelabuhan, bahkan bisa dipesan dari manapun tanpa harus memesan di dekat pelabuhan dengan memperkirakan perjalanan yang ditempuh agar tiket tidak hangus.
“Hasil evaluasi sampai tanggal 29 Oktober 2023, sudah 95,45 persen pengguna jasa sudah memesan tiket secara online. Artinya, pengguna jasa sudah memiliki kesadaran tinggi. Sambil kita terus mencari kendalanya dimana bagi pengguna jasa yang masih ingin menggunakan pembelian tiket langsung. Dan sudah tidak ada loket penjualan tiket penyeberangan secara langsung,” demikian Agus Joko.
Sementara itu, Ketua abungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Ferry (GAPASDAP) Cabang Kayangan, Iskandar mengatakan, secara keseluruhan tidak ada masalah dengan pemberlakukan tiket online.
“Tidak ada kendala di lapangan. Pada dasarnya, yang diuntungkan dari tiket online ini juga kami dari operator. System ini bisa mengurangi potensi monopoli pengguna jasa dan potensi kebocoran di loket. Kalau masih manual kemungkinan bisa dipermainkan. Kami mendukung sekali,” demikian Iskandar.(MDE)



