Headline

26 Kapal di Selat Alas Siap Dioperasikan Penuh Jelang Tahun Baru 2024

Mataram (netlombok)-

Jelang tahun baru 2024 mobilitas penumpang diperkirakan akan mengalami peningkatan, terutama pada pelabuhan penyeberangan. Salah satunya di Pelabuhan penyeberangan antar pulau di Provinsi NTB, yaitu Pelabuhan Kayangan (Lombok Timur) – Pelabuhhan Pototano (Sumbawa Barat).

PT ASDP Kayangan sudah menyiapkan 26 kapal laut jika terjadi lonjakan mobilitas penumpang.

 “Kemarin kita siapkan 26 kapal, dan kapal beroperasi setiap hari itu ada 10 kapal. Dan masih sisa 16 kapal itu yang ready, untuk antisipasi supaya tidak terjadi penumpukan di pelabuhan,” ujar General Manager PT ASDP Pelabuhan Kayangan, Agus Djoko Triyanto, Kamis (28/12/2023). 

Ditambahkan, posisi saat ini dengan 10 kapal yang beroperasi, setiap hari membubuhkan 82 trip. Pada kondisi yang dimaksud, tidak terjadi penumpukan di Pelabuhan.  Artinya hanya dengan 10 kapal bisa tampung semuanya masyarakat yang akan menyeberang.

 “Masyarakat tidak ada yang sampai berjam jam menunggu, tinggal kita berangkat, ngumpul, naik berangkat harusnya seperti itu. Dan tahun baru pun kami siapkan dengan hal yang sama, operasi kami masih di tahap normal belum pindah ke padat statusnya,” terangnya.

Sampai dengan saat ini, status pergerakan penumpang masih dalam status normal dan belum ada kenaikan yang signifikan. Kendati demikian, apabila terjadi kenaikan penumpang, jelang libur tahun baru, ASDP Kayangan akan menyiapkan skenario berikutnya, yaitu menambah jumlah kapal.

 “Dari 10 menjadi 12 kapal, dengan trip dari semula 82 menjadi 95 trip. Namun di penggunaan normal kita hanya 10 dan itu sudah mengcover perjalanan dari masyarakat,” tuturnya.

Agus juga menjelaskan, seluruh kapal ini sudah dilakukan perawatan secara berkala. Tidak ada diantara kapal-kapal yang beroperasi ini mengalami gangguan beroperasi.

Disisi lain, Agus juga menyampaikan terkait tiket online yang sudah diberlakukan untuk penyeberangan di Selat Sape. Sampai saat ini, juga dipastikan belum ada laporan antrean penumpang. Sehingga dipastikan, masyarakat mulai terbiasa menggunakan pembayaran non tunai di Pelabuhan.

“Kalau ada yang kasuistis tiket kapal yang hangus lantaran ada keterlambatan ketika sedang mengantri, kondisi ini sama halnya dengan membeli tiket pesawat, jika terlambat maka tiket tersebut akan hangus. Tapi sebelum itu hangus pengguna jasa bisa menghubungi 191 untuk melakukan refund,” katanya.

 Mekasinya bisa dijelaskan oleh customer service. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, H.L. Moh. Faozal menambahkan, Pemprov NTB terus mengingatkan kepada operator kapal untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang dengan memenuhi standar CHSE (Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan)).(bul)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button