Hasil Free Practice 2 Moto2 Pertamina Grand Prix of Indonesia: Manuel Gonzalez Tak Terbendung di Mandalika

Lombok Tengah (netlombok.com)- Sesi Free Practice 2 (FP2) Moto2 pada ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Sabtu (4/10/2025), berlangsung dalam kondisi kering dengan suhu udara 28°C, suhu lintasan mencapai 43°C, serta kelembaban 74%. Suasana panas tropis Indonesia menjadi tantangan tambahan bagi para pembalap di kelas intermediate yang dikenal dengan persaingan ketat dan ritme balapan cepat.
Manuel Gonzalez Pimpin FP2 dengan Catatan Fantastis
Pembalap asal Spanyol, Manuel Gonzalez dari tim LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP, tampil sangat dominan di sesi FP2. Ia mencatatkan waktu tercepat 1 menit 32,597 detik di lap ke-16 dari 17 putaran. Kecepatan rata-rata Gonzalez mencapai 167,2 km/jam, menjadikannya pembalap tercepat hari itu.
Catatan waktu tersebut lebih cepat dari rekor lap sepanjang masa (all-time lap record) Moto2 di Mandalika yang sebelumnya dipegang Aron Canet (1’33,840). Artinya, Gonzalez berhasil menorehkan waktu fenomenal dan mempertegas dirinya sebagai salah satu kandidat kuat dalam perebutan pole position maupun podium akhir pekan ini.
Persaingan Ketat di Belakang Gonzalez
Meski Gonzalez melesat di depan, perebutan posisi kedua hingga sepuluh besar berlangsung sengit. Diogo Moreira (Italtrans Racing Team) menempati posisi kedua dengan catatan 1’32,905, hanya terpaut 0,308 detik. Sementara itu, Daniel Holgado (CFMOTO Power Electronics Aspar Team) melanjutkan performa impresifnya dengan finis ketiga, mencatatkan 1’32,959.
Di belakangnya, Barry Baltus (Fantic Racing) mencatat waktu 1’32,962, hanya berbeda 0,003 detik dari Holgado. Nama-nama besar lain seperti Jake Dixon (ELF Marc VDS Racing), Aron Canet (Fantic Racing), hingga Izan Guevara (BLU CRU Pramac Yamaha Moto2) juga masuk dalam 10 besar, dengan selisih yang amat tipis.
Hasil Lengkap 10 Besar FP2 Moto2 Mandalika
- Manuel Gonzalez (Kalex, LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP) – 1’32,597
- Diogo Moreira (Kalex, Italtrans Racing Team) – 1’32,905 (+0,308)
- Daniel Holgado (Kalex, CFMOTO Aspar Team) – 1’32,959 (+0,362)
- Barry Baltus (Kalex, Fantic Racing) – 1’32,962 (+0,365)
- Alex Escrig (Forward, KLINT Forward Factory Team) – 1’33,049 (+0,452)
- Jake Dixon (Boscoscuro, ELF Marc VDS Racing Team) – 1’33,053 (+0,456)
- David Alonso (Kalex, CFMOTO Aspar Team) – 1’33,091 (+0,494)
- Aron Canet (Kalex, Fantic Racing) – 1’33,099 (+0,502)
- Izan Guevara (Boscoscuro, BLU CRU Pramac Yamaha) – 1’33,167 (+0,570)
- Joe Roberts (Kalex, American Racing) – 1’33,217 (+0,620)
Performa Rider Asia: Mario Aji Berjuang di Kandang
Dari sisi pembalap Asia, Ayumu Sasaki (RW-Idrofoglia Racing GP) tampil cukup baik dengan finis di posisi ke-22 lewat catatan waktu 1’33,809.
Sementara itu, perhatian publik Indonesia tertuju pada Mario Aji (Idemitsu Honda Team Asia). Pembalap asal Madiun itu menutup FP2 di posisi ke-27 dengan catatan waktu 1’34,182, terpaut 1,585 detik dari Gonzalez. Meski belum menembus papan tengah, Mario mendapat dukungan luar biasa dari penonton di tribun Mandalika. Setiap kali ia melintas, sorakan penonton lokal menjadi energi tambahan.
Menanggapi jalannya FP2 Moto2, Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, memberikan pandangannya tentang hasil yang menegangkan di Mandalika. “Kelas Moto2 selalu menyajikan persaingan yang luar biasa ketat, dan kita bisa melihat itu dari hasil FP2 hari ini. Manuel Gonzalez tampil sangat kuat, tapi selisih waktu antar pembalap lain begitu rapat sehingga sulit diprediksi siapa yang akan menguasai kualifikasi.
“Dari sisi penyelenggara, kami bangga Sirkuit Mandalika mampu memberikan tantangan teknis yang seimbang bagi semua rider. Kami juga memberikan apresiasi kepada Mario Aji yang terus berjuang di kandang sendiri dengan dukungan luar biasa dari penonton. Kami percaya pengalaman ini akan semakin mematangkan dirinya,” ujar Priandhi Satria.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya ajang ini bukan hanya bagi dunia balap internasional, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat dan motivasi bagi pembalap muda Indonesia di level dunia.
Tekanan Panas dan Karakter Mandalika
Tingginya suhu lintasan hingga 43°C membuat sesi FP2 menjadi ujian fisik sekaligus teknis. Ban lebih cepat aus, motor sulit stabil di tikungan cepat, dan pembalap harus pintar menjaga ritme agar tetap konsisten. Mandalika yang memiliki kombinasi tikungan cepat dan sektor lurus panjang menuntut keseimbangan antara kecepatan puncak dan kelincahan motor di tikungan.
Menuju Kualifikasi: Skenario Ketat
Dengan performa dominan Gonzalez, ia jelas menjadi favorit menuju kualifikasi. Namun, melihat jarak yang begitu tipis di belakangnya, terutama antara posisi kedua hingga kesepuluh, sesi kualifikasi diprediksi akan berlangsung sangat dramatis.
Kehadiran nama-nama besar seperti Canet, Dixon, Holgado, hingga Guevara menjanjikan duel ketat, sementara publik Indonesia berharap Mario Aji dapat memanfaatkan momentum dukungan fans untuk memperbaiki posisinya.
Free Practice 2 Moto2 di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 memperlihatkan dominasi Manuel Gonzalez dengan torehan 1’32,597—lebih cepat dari rekor lap sebelumnya. Namun, persaingan di papan tengah begitu rapat sehingga jalannya kualifikasi nanti dipastikan semakin sengit.
Di sisi lain, perhatian publik Indonesia terpusat pada Mario Aji yang meski masih berada di posisi bawah, tetap mendapat dukungan luar biasa dari penonton Mandalika. Dengan semangat itu, diharapkan ia mampu tampil lebih baik di sesi berikutnya. (DLN)



