Headline

Pemakaian Biomassa untuk Pembangkit Listrik di NTB Naik Signifikan

Mataram (netlombok)-
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat berupaya mewujudkan dekarbonisasi sebagai salah satu bentuk komitmen pencapaian Net Zero Emission (NZE) atau Nol Emisi Karbon. Hal ini ditandai dengan pencapaian pemakaian Biomassa di tahun 2023 untuk pengganti batubara (Co-Firing) di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang mencapai angka 11.015,36 Ton atau naik sebesar 87,41 persen dari tahun sebelumny
General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Sudjarwo menyebutkan bahwa pemakaian Biomassa di Pulau Lombok pada tahun 2023 mencapai 8.581,14 Ton atau meningkat sebesar 103,20 persen sedangkan pemakaian Biomassa di Pulau Sumbawa mencapai 2.434,22 Ton atau meningkat sebesar 47,12 persen. Hal ini merupakan upaya dekarbonisasi menuju Net Zero Emission.
“Penggunaan Biomassa pada proses co-firing di PLTU di NTB cukup menggembirakan. Terbukti bahwa dengan pemakaian Biomassa sebesar 11.015,36 Ton selama tahun 2023, mampu menghasilkan listrik sebesar 8.267 MWh atau sebesar 128,77 persen, melampaui dari target yang diberikan PLN Pusat”, ujarnya.
Produksi listrik dari proses co-firing Biomassa sendiri sebesar 7,21% dari produksi listrik energi baru terbarukan di provinsi NTB. Komposisi penghasil energi bersih terbesar memang masih dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) yakni sebesar 49,56 persen dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 43,24 persen.
Meskipun lebih rendah daripada PLTS, namun penggunaan Biomassa ini mampu berfungsi sebagai base load sistem kelistrikan, yakni tidak terbatas waktu penggunaan selama sumber bahan bakunya tersedia. Hal ini berbeda dengan PLTS yang bersifat intermittent atau tergantung pada paparan sinar matahari”, tandasnya.(DLN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button