Polres Loteng Periksa Empat Saksi Lakalantas yang Melibatkan Istri Gubernur NTB
Lombok Tengah (netlombok.com) –
Satlantas Polres Lombok Tengah, melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi, terkait kecelakaan kendaraan mobil istri gubernur NTB yang menabrak sepeda motor di jalan Baypass Bil Desa Labulia, menyebabkan seorang balita tewas dan dua orang luka berat.
Empat orang dalam tahap pemeriksaan yaitu dua orang warga sebagai saksi yang melihat kejadian, dan seorang driver pengemudi mobil serta penumpang yang diketahui merupakan istri dari Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bernama Sri Yulianti.
“Kita sudah mengumpulkan ada empat saksi yang ada di TKP dan kita juga memeriksa driver dan juga penumpang untuk saksi yang lain yaitu dua orang saksi yang juga korban masih dirawat di rumah sakit, ini kita tidak bisa memintakan keterangan sekarang karena memang kondisi Kesehatan belum memungkinkan,” ungkap Kasat Lantas Polres Lombok Tengah, Iptu Abdul Rachman. Senin (11/9/2023).
Lebih lanjut Abdul Rachman menegaskan, pihaknya tidak akan ikut intervensi atau menjembatani ataupun melarang, niat baik antara dua belah pihak antara dua belah pihak untuk melakukan silaturahmi, perjanjian dan kesepakatan, namun proses hukum akan terus berjalan.
“Namun demikian jika ada perjanjian dan kesepakatan tindak pidana itu tidak akan gugur, jadi kita akan tetap proses sebagaimana mestinya, tapi yang jelas jika faktor kemanusaian yang di sampaikan dari roda empat ke roda dua saya rasa itu jauh lebih baik,” tegasnya.
Hingga saat ini, status driver belum dilakukan penahanan, pasalnya masih dalam dalam pemeriksaan di unit Gakkum, karena belum dalam status tersangka.
“Driver hingga saat ini, masih berada di unit Gakkum sedang melaksanakan pemeriksaan, dan kami belum melakukan penahanan karena belum ada status tersangka, nanti kita pastikan pada saat setelah ada peningkatan status dari lidik ke sidik,” ujarnya.
Nampak kendaraan Mobil jenis Honda HRV dengan Nomor Polisi B 720 SRI mengalami kerusakan pada bumper depan sebelah kiri, akibat tabrakan yang cukup keras.Sementa itu, dua korban Asmin dan Jupardi, kini kondisinya berangsur membaik, dan masih dalam tahap perawatan di rumah sakit umum provinsi NTB.(DLN)



